Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

Anti Gagal, Ini Tips Lolos Verifikasi Pinjaman Online

/
/
/
9 Views

Apakah Anda pernah kecewa karena ditolak oleh aplikasi pinjaman online, padahal sedang membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhan mendadak? Jika pernah, maka Anda tak perlu sedih. Sebab, ada banyak orang yang juga mengalami hal sama seperti Anda.

Pada dasarnya, aktivitas kredit atau meminjam dana telah menjadi salah satu bagian penting dalam hidup kita. Selain untuk merintis usaha, pinjaman dana tersebut juga kerap digunakan untuk sekadar memenuhi kebutuhan tersier lainnya.

Sebenarnya, proses pengajuan pinjaman online tidak rumit. Biasanya, pihak pemberi pinjaman akan memberikan syarat dan ketentuan khusus, beserta simulasi pinjamannya. Hal ini untuk memudahkan Anda menghitung berapa jumlah pinjaman yang dibutuhkan. Nah, oleh sebab itulah Anda harus memastikan bahwa proses yang berlaku tersebut telah diikuti dengan benar.

Berikut ini beberapa tips berguna bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman online agar lolos verifikasi dengan aman. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini.

  1. Memahami syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan pinjaman online

Salah satu kekurangan masyarakat Indonesia dalam memahami suatu ketentuan adalah persoalan membaca. Terkadang, informasi yang diperlukan saat akan mengajukan suatu pinjaman sudah tertera jelas di website, media sosial, ataupun aplikasi yang digunakan. Namun sayangnya, banyak orang yang kurang sabar sehingga tidak memperhatikan penjelasan dengan seksama.

Jangan malas untuk membaca dan mengikuti syarat serta ketentuan yang berlaku di tiap-tiap perusahaan pinjaman online saat ingin mengajukan pinjaman. Hal ini wajib dilakukan agar Anda tidak melewatkan informasi penting apapun. Sebab, bisa jadi kredit yang Anda ajukan tidak akan disetujui hanya karena ada info penting yang terlewat.

  • Mengisi dan melengkapi data asli

Sesuai dengan namanya, pinjaman online mengharuskan setiap calon nasabahnya untuk mendaftarkan diri secara online. Seringkali para debitur justru sengaja tidak melampirkan dokumen atau data yang diperlukan untuk kepentingan proses pengajuan pinjaman. Ada juga yang sudah melampirkan dokumen, tapi dokumen tersebut dalam kondisi blur dan tidak terbaca.  

Umumnya, perusahaan pinjaman online mengharuskan Anda untuk mengirimkan foto dokumen-dokumen penting, seperti foto KTP terbaru, NPWP, dan lain sebagainya. Sebaiknya, jangan mengirimkan dokumen tersebut dalam bentuk scan atau fotokopi. Agar lebih memudahkan proses pengajuan, siapkan saja dokumen asli, lalu foto menggunakan kamera ponsel dan pastikan foto tersebut terlihat jelas.

  • Memiliki skor kolektibilitas kredit sempurna

Kolektibilitas kredit yang terdapat dalam Informasi Debitur (iDeb) menjadi salah satu poin penting untuk jadi bahan pertimbangan perusahaan pinjaman online. Skor kolektibilitas kredit ini juga jadi acuan apakah Anda layak diberi pinjaman atau tidak.

Kolektibilitas kredit yang termuat dalam iDeb ini dibagi menjadi lima skor atau kualitas kredit. Di antaranya:

  • Kualitas 1, berarti lancar dalam pembayaran tagihan kredit.
  • Kualitas 2, berarti menunggak sekitar 1-90 hari atau berada Dalam Perhatian Khusus (DPK).
  • Kualitas 3, berarti menunggak selama 91-120 hari atau masuk dalam kategori kurang lancar.
  • Kualitas 4, berarti menunggak 121-180 hari atau masih diragukan.
  • Kualitas 5, berarti menunggak lebih dari 180 hari atau macet.

Apabila kolektibilitas kredit Anda dikategorikan dalam kualitas 1, maka pengajuan pinjaman Anda berpotensi lolos verifikasi. Sementara kualitas 2 masih memerlukan pertimbangan lainnya, sedangkan sisanya kemungkinan besar tidak akan lolos.

Biasanya, kasus yang sering ditemui oleh pemberi pinjaman adalah kasus kartu kredit yang dimiliki oleh calon nasabah. Umumnya, mereka dengan percaya diri mengajukan pinjaman, padahal masih terlilit utang kartu kredit di lembaga keuangan lain.

Ketahuilah, utang kartu kredit pun memberlakukan sistem kolektibilitas yang sama seperti yang telah dijelaskan di atas. Mulai dari status debitur lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan yang terakhir macet.

Jadi, pastikan status Anda tidak menyentuh status kurang lancar, diragukan atau macet. Namun ingat, apapun status kredit Anda di lembaga keuangan seperti bank, pastikan saja Anda tidak bermasalah dengan kartu kredit. Tentu saja, hal ini bertujuan agar pinjaman online yang diajukan bisa segera lolos verifikasi.

Untuk mengetahui kolektibilitas kredit Anda, silakan mengeceknya melalui SLIK OJK. Layanan tersebut bisa digunakan untuk mengetahui seberapa baik kualitas kredit Anda sebelum mengajukan pinjaman di beberapa aplikasi pinjaman online.

  • Pastikan syarat minimal penghasilan bulanan telah terpenuhi dengan baik

Tak sedikit orang yang gagal mengajukan pinjaman online karena terbentur syarat minimal penghasilan bulanan yang dimiliki. Kebanyakan, calon nasabah ini gagal karena besaran penghasilannya jauh dari syarat yang ditentukan. Namun, ada banyak juga yang gagal karena tidak bisa menunjukkan bukti penghasilan yang diajukan.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui lebih dulu syarat minimal penghasilan bulanan yang ditetapkan oleh perusahaan pinjaman online. Cari tahu saja informasi ini melalui website, media sosial, ataupun aplikasi yang biasanya bisa diunduh pada ponsel Anda.

  • Pastikan tentang syarat kepemilikan kartu kredit

Meski tidak semuanya, tapi ada juga perusahaan pinjaman online yang mensyaratkan kepemilikan kartu kredit untuk calon nasabah yang mengajukan pinjaman. Untuk itu, Anda harus cari tahu dan memastikan apakah syarat seperti ini berlaku atau tidak.

Sekadar informasi, kepemilikan kartu kredit sebagai syarat pinjaman online bertujuan agar mereka lebih yakin dengan kolektibilitas kredit Anda. Sebab, pemakaian kartu kredit yang dilakukan secara rutin otomatis memperbarui kolektibilitas kredit pemegangnya.

  • Pilih besaran cicilan sesuai kemampuan

Sebaiknya, pilih besaran cicilan tidak lebih dari 30 persen gaji Anda di setiap bulannya. Ada kemungkinan, jika lebih dari itu maka pengajuan Anda tidak akan lolos verifikasi pinjaman online.

Pasalnya, angka 30 persen dianggap para financial advisor sebagai angka ideal untuk membayar cicilan kredit. Jadi jangan heran, jika lembaga keuangan menjadikan 30 persen pendapatan calon nasabah sebagai patokan untuk menyetujui atau menolak pengajuan pinjaman.  

  • Pilih peer to peer (P2P) lending resmi dan terdaftar di OJK

Proses pengajuan kredit ke bank terkadang harus melalui proses yang cukup rumit dan panjang. Apalagi, seringnya standar syarat untuk menjadi debitur terlalu berat sehingga banyak pengusaha UMKM ataupun individu sulit mendapat pinjaman dana. Begitu juga jika mengajukan pinjaman melalui koperasi. Seringnya, dana yang ditawarkan kurang  sesuai dengan yang dibutuhkan. 

Peer to peer (P2P) lending jadi salah satu alternatif yang memungkinkan Anda mengajukan pinjaman secara online dengan mudah dan cepat. Umumnya, pihak P2P lending ini akan mempertemukan debitur dan kreditur sehingga aktivitas pinjam meminjam bisa dilakukan, tentunya dengan bantuan teknologi. Pastinya, proses ini tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang telah diatur sebelumnya.

Oleh sebab itulah, tak heran jika saat ini ada banyak sekali orang yang tertarik menggunakan fasilitas pinjaman online seperti ini. Meski demikian, jangan asal pilih perusahaan pinjaman online. Pilih perusahaan yang resmi dan telah terdaftar dalam database Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia untuk meminimalkan risiko penipuan.

Dengan begitu, proses verifikasi yang dilakukan pun bisa lebih terjamin keamanannya. Berbeda dengan perusahaan pinjaman online abal-abal yang biasanya hanya ingin mencuri data pribadi Anda demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Demikian beberapa tips lolos verifikasi pinjaman online yang bisa Anda coba. Apabila Anda berencana untuk melakukan pengajuan pinjaman secara online, sebaiknya mulai persiapannya dari sekarang. Selamat mencoba!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar