Tak Ada Ampun, Ini Daftar Terbaru Pinjaman Online yang Diblokir OJK

Posted on

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertindak sebagai Satuan Tugas Waspada Investasi kembali menemukan puluhan perusahaan pinjaman online ilegal. Setidaknya ada sekitar 81 aplikasi yang ditindak tegas pada akhir April 2020 kemarin.

Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi menyatakan, sejak 2018 hingga saat ini sudah ada sekitar 2.486 entitas pinjaman online ilegal yang ditindak.

Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 18 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan investasi tak berizin dari otoritas yang berwenang. Mereka berpotensi merugikan masyarakat dengan modus memberikan iming-iming imbal hasil yang tidak wajar. Ada pula kegiatan yang menduplikasi laman entitas berizin sehingga seolah-olah laman tersebut terlihat resmi.

Jika dirinci secara detil, 18 kegiatan tanpa izin yang dihentikan tersebut terdiri dari 12 kegiatan penawaran investasi uang, 2 Multi Level Marketing (MLM), dan 1 perdagangan Forex. Ada pula 1 jasa crypto asset tak berizin, 1 penyedia investasi emas, dan 1 penyedia undian berhadiah.

Menyikapi hal ini, Tongam berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi berbagai tawaran pinjaman online ilegal. Sebab, masih banyak aplikasi peer to peer lending abal-abal semacam ini yang berkeliaran di tengah masyarakat.

Aplikasi pinjaman online ini umumnya sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tentu saja, target utama mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang super cepat demi memenuhi kebutuhan pokok ataupun konsumtif.

Daftar terbaru pinjaman online yang diblokir OJK per April 2020

Berikut ini daftar terbaru pinjaman online ilegal yang diblokir oleh Satgas Waspada Investasi OJK.

Ciri-ciri pinjaman online ilegal yang wajib diwaspadai agar tidak tertipu

Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang, terbukti mampu mempermudah seluruh aktivitas masyarakat di berbagai kalangan. Mulai dari berbelanja kebutuhan sehari-hari, berkomunikasi, sampai semua hal yang berhubungan dengan finansial, seperti mengajukan pinjaman secara online.

Tak sedikit masyarakat yang memiliki masalah finansial merasa terbantu dengan kehadiran penyedia financial technology peer to peer lending (fintech P2P) ini. Pasalnya, Anda sudah tak perlu lagi sibuk meminjam uang kepada teman ataupun lembaga keuangan seperti bank yang biasanya menerapkan berbagai syarat khusus. Cukup dengan bantuan gadget, hampir semua permasalahan finansial bisa teratasi dengan baik.

Bukan hanya prosesnya yang mudah dan cepat, pengajuan pinjaman online juga tidak memiliki syarat khusus. Biasanya, persyaratan yang diminta hanya berupa KTP, NPWP, dan nomor rekening atas nama pribadi yang aktif minimal 3 bulan terakhir.

Namun sayangnya, proses pengajuan pinjaman online yang cepat dan mudah ini justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab demi keuntungan pribadi. Salah satunya dengan penipuan berkedok pinjaman online yang mematok bunga mencekik.

Meski saat ini ada banyak pinjaman online yang menawarkan fasilitas menggiurkan, tetap saja Anda tidak boleh langsung percaya begitu saja. Perlu kehati-hatian tingkat tinggi agar terhindar dari berbagai risiko yang tak diinginkan.

Nah, bagi Anda yang masih awam tapi ada rencana mengajukan pinjaman, sebaiknya perhatikan ciri-ciri penipuan berkedok pinjol berikut ini.

  1. Identitas perusahaan tidak jelas

Ketahuilah, pinjaman online yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK pasti memiliki laman resmi yang bisa dicari dengan mudah melalui internet ataupun media sosial. Selain itu, mereka pasti mencantumkan nomor kontak dengan lengkap dan jelas agar calon nasabah bisa dengan mudah menghubungi perusahaan.

Sementara pinjaman online abal-abal biasanya tidak memiliki identitas ataupun informasi yang jelas tentang perusahaan mereka. Jikalau ada, identitas tersebut bisa saja palsu dan masih diragukan kebenarannya, seperti misalnya nomor telepon dan email menggunakan alamat perseorangan.

  1. Memaksa dengan berbagai macam alasan

Saat ingin meminjam sejumlah dana, seseorang akan mengunjungi laman ataupun aplikasi pinjaman online yang terkait secara langsung, Hal ini berbeda dengan pinjaman online ilegal yang biasanya mendekati calon korbannya melalui SMS ataupun telepon.

Biasanya, mereka membujuk dengan memberikan janji dana cepat cair tanpa jaminan. Informasi ini pun tidak diberikan secara lengkap, tapi bersifat memaksa agar korban segera tergiur dengan tawaran tersebut.

  1. Meminta informasi pribadi calon nasabah

Perusahaan pinjaman online legal biasanya hanya meminta informasi seputar KTP dan nomor rekening untuk memeriksa riwayat kredit dan pencairan dana. Apabila suatu perusahaan pinjaman online meminta informasi pribadi seperti pin ATM, sebaiknya Anda patut waspada. 

Kehadiran berbagai macam perusahaan pinjaman online ini memang mampu membantu mengatasi permasalahan finansial yang kerap dihadapi masyarakat. Namun, Anda tak boleh gegabah dalam mengajukan pinjaman apapun pada oknum yang tak bertanggung jawab. Alih-alih terbantu dengan dana yang diberikan, bisa jadi Anda malah terlilit utang yang tiada habisnya.

  1. Meminta sejumlah uang muka

Perlu Anda ketahui, pinjaman online legal tidak pernah meminta uang muka dengan nominal tertentu kepada calon nasabahnya. Meski ada beberapa perusahaan yang menerapkan aturan tersebut, tapi biasanya uang muka ini dipotong dari jumlah pinjaman ketika pencairan.

Nah, berbeda dengan perusahaan pinjaman online ilegal yang justru meminta sejumlah uang muka sebelum pencairan dilakukan dengan nominal cukup besar. Misalnya, Anda ingin meminjam uang sebesar Rp 10 juta, tapi malah diminta menyediakan uang muka sebesar Rp 2,5 juta. Alasannya agar proses pencairan dana bisa lebih cepat dilakukan.

  1. Tanpa syarat apapun

Pinjaman online hadir untuk memberikan akses kepada siapa saja yang membutuhkan dana cepat, tapi tidak bisa mengakses layanan perbankan. Padahal, mereka layak mendapatkan sejumlah kredit sesuai dengan kebutuhan yang diajukan.

Meski demikian, bukan berarti setiap calon nasabah layak mendapat dana yang diinginkan dengan bebas. Tetap ada persyaratan yang wajib dipenuhi sesuai ketentuan perusahaan pinjaman online terkait.

Hal seperti ini yang tak jarang membuat sebagian besar orang ragu dan takut jika tidak bisa memenuhi persyaratan. Sampai pada akhirnya dijadikan celah bagi para pelaku pinjaman online ilegal untuk memberikan penawaran pinjaman dengan iming-iming dana cepat cair.

Mengenal dan memahami pinjaman online yang bisa dipercaya

Dari sekian banyak entitas pinjaman online ilegal, pastinya banyak juga yang resmi, aman, dan tidak merugikan. Namun, untuk menemukan pinjaman online yang aman dan bisa dipercaya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda sebagai calon nasabah perlu berhati-hati dan berpikir lebih kritis untuk bisa menemukannya.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat ingin mengajukan pinjaman di perusahaan pinjaman online legal?

  1. Baca ulasan lengkap tentang perusahaan tersebut dari pengguna sebelumnya

Percayalah, ulasan dari pengguna atau nasabah yang pernah menggunakan jasa suatu pinjaman online sangat penting. Pasalnya, ulasan tersebut mampu memberikan Anda gambaran apakah perusahaan tersebut bisa dipercaya atau tidak. Apabila ada banyak komentar negatif, maka Anda perlu meningkatkan kewaspadaan.

  1. Mengetahui persyaratan dan prosedur pengajuan pinjaman secara jelas

 Hampir semua aplikasi dan laman pengajuan pinjaman online memberikan informasi secara jelas tentang prosedur dan syarat yang wajib dipenuhi calon nasabah. Jadi, pastikan apakah lembaga pinjaman uang tersebut telah memiliki rincian prosedur dan persyaratan yang jelas atau tidak.

  1. Menyediakan fitur kalkulator simulasi pinjaman

Salah satu ciri pinjaman online resmi adalah memiliki fitur kalkulator simulasi pinjaman. Fitur ini berfungsi untuk memberikan Anda gambaran secara jelas mengenai perhitungan pinjaman beserta cicilan yang harus dibayarkan. Tentu saja, hal ini sangat memudahkan para calon nasabah untuk mengetahui jumlah cicilan, bunga yang harus dibayar, dan jangka waktu pelunasan utang tersebut.

  1. Pastikan perusahaan pinjaman online telah terdaftar di OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah suatu lembaga negara yang berfungsi sebagai pengatur sekaligus pengawas kegiatan para pelaku jasa keuangan. Mulai dari fintech, perbankan, dan pasar modal yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, bisa dipastikan jika suatu perusahaan pinjaman online telah terdaftar di OJK, maka wajib mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, risiko merugikan calon nasabahnya pun bisa lebih diminimalkan.

Nah, itu tadi daftar terbaru pinjaman online yang diblokir oleh OJK sekaligus beberapa tips untuk mengidentifikasi pinjaman online legal maupun ilegal. Apabila Anda belum yakin dengan status lembaga pinjaman online tertentu, hubungi saja kontak OJK di nomor 157 atau melalui email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *