Waspada! Modus Pencurian dan Jual Beli Data Nasabah

Posted on

Kasus jual beli data nasabah sebenarnya bukan hal baru, namun akhir-akhir ini kasus tersebut kembali mencuat ke permukaan. Sebenarnya apa itu jual beli data nasabah dan bagaimana modusnya? Siapa yang menjual dan siapa yang membeli? Untuk apakah data para nasabah tersebut diperjual belikan? Untuk itu mari kita bahas hal ini satu per satu.

Penjualan Data Nasabah Data pribadi sebenarnya sudah lama diperjual belikan oleh para oknum melalui online. Data itu meliputi nama, nomor ponsel, alamat, tanggal lahir, dan nomor kartu kredit. Dan bukan cuma data milik mereka. Ada ribuan data nasabah kartu kredit lain yang dijual secara bebas di dunia maya. Misalnya saja ada situs jual beli data nasabah yaitu temanmarketing.com. Situs itu menawarkan penjualan data nasabah kartu kredit dengan harga yang cukup miring. Paket yang mereka tawarkan dari harga Rp 350 ribu untuk 1.000 data nasabah. Paling mahal Rp 5 juta untuk 1 juta data nasabah. Selain menjual data nasabah, temanmarketing.com juga menyediakan data nomor ponsel semua operator, data nasabah KTA, dan jasa broadcast SMS.

Misalnya saja jika Anda membeli paket 1.000 data nasabah dengan cara mentransfer

Rp 350 ribu ke nomor rekening BCA atas nama Endai. Setelah membayar, maka Anda akan mendapatkan dua file berisi 8.626 data nasabah, lengkap dengan nama, nomor telepon, alamat, dan nomor kartu kredit. Masing-masing dari dua file itu dilabeli “Approve HSBC New Feb 2019” dan “New Approve Database CC 2019 Premium”. Setelah data -data tersebut dicross cek atau dihubungi secara acak untuk membuktikan kebenaran data tersebut. Ada nama Pahala Mansury, mantan Direktur Garuda Indonesia. Kemudian dicocokkan tanggal lahir dan nomor telepon yang tercantum dalam data tersebut, dan memang benar itu adalah data pribadi Pahala Mansury. Selain itu, ada pula nama Sugih Ilman, Kepala Subdivisi Agenda Kabinet di Sekretariat Kabinet Indonesia. Penjualan data secara online ini bak surga bagi para telemarketer dan pelaku kejahatan. Mereka bisa mendapatkan data valid nasabah bank dengan mudah dan murah untuk kepentingan pekerjaan.

Bagi telemarketing, data macam ini digunakan untuk menawarkan produk bank atau asuransi. Ini sebabnya banyak nasabah kartu kredit yang kemudian kerap mendapatkan telepon tawaran produk bank atau asuransi. Tapi bagi penjahat, data tersebut bisa disalah gunakan untuk penipuan dan pembobolan kartu kredit nasabah.

Modus pencurian data nasabah

Banyak kasus bermunculan seperti pencurian data nasabah di atas, hal ini tentunya patut meningkatkan kewaspadaan kita para nasabah terhadap keamanan data pribadi yang mereka berikan dan percayakan pada pihak bank. Namun sebelum kita menyalahkan pihak perbankan, kita juga perlu memahami modus pencurian data nasabah lainnya yang kadang kala merupakan kelalaian dari pihak nasabah sendiri.

Ada beragam cara lain untuk mendapatkan data pribadi nasabah bank yang lantas dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, di antaranya:

  1. Modus Phishing

Pelakunya menggunakan ponsel dan internet untuk menjaring data nasabah. Ada yang mengirim tautan palsu pada surel dan meminta Anda untuk memverifikasi akun bank dan data pribadi Anda, data yang Anda kirimkan atau masukkan nantinya akan terkirim pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Modus ini biasanya sulit untuk dideteksi karena melibatkan perusahaan besar dan legal, ada pula perusahaan palsu yang menyalin logo atau alamat website semirip mungkin untuk mengelabui korbannya. Namun bila Anda jeli, tidak sulit untuk mewaspadai bentuk kejahatan yang satu ini atau bila Anda menerima surel atau SMS dari institusi keuangan yang tidak pernah berurusan dengan Anda sebelumnya dan mereka meminta Anda untuk memverifikasi dengan detail akun Anda, maka sudah pasti Anda terjebak dalam modus kejahatan phising.

  1. Modus Skimming

Modus yang satu ini hampir mirip dengan phishing, yaitu proses penggandaan informasi mengenai nasabah dari strip magnetik yang terdapat pada kartu kredit. Pelaku skimming biasanya mengambil data diri nasabah dan memanfaatkannya, semisal menggunakannya untuk mengakses akun nasabah dan melakukan transaksi atau pembayaran melalui akun tersebut. Ada pula yang memanfaatkan data nasabah untuk membuat kartu kredit baru.

Kita tahu bahwa proses aplikasi kartu kredit baru akan lebih mudah bila telah memiliki nilai dan sejarah kredit yang baik. Sehingga menggunakan data pribadi nasabah yang telah memiliki kartu kredit akan memudahkan aplikasi kartu kredit palsu pelaku kejahatan ini. Jadi Anda perlu waspada akan modus pencurian data nasabah yang satu ini. Salah satu caranya adalah memperhatikan bila Anda melakukan pembayaran di toko offline dengan kartu kredit, misal tiba-tiba si karyawan toko pergi membawa kartu Anda dalam waktu lama.

Kemudian menggesek kartu Anda pada mesin yang berbeda dengan yang biasa Anda gunakan, atau meminta Anda untuk menggesek kartu kredit pada lebih dari satu mesin. Selain itu perhatikan pula transaksi yang tidak dikenali pada lembar tagihan kartu kredit Anda. Cara ini adalah cara termudah untuk mendeteksi apabila ada yang menggunakan informasi pribadi dan kartu kredit Anda secara tidak bertanggung jawab.

Saran perlindungan terhadap data pribadi Anda

Setelah mendapat begitu banyak laporan dari nasabah yang mengaku kerap mendapatkan tawaran pembuatan kartu kredit baru maupun asuransi melalui telepon maupun surel (e-mail). Mereka mengaku bahwa merasa tidak pernah memberikan data berupa nomor ponsel maupun alamat surel pada pihak-pihak tersebut, sehingga akhirnya Bareskrim Polri mulai mengusut modus kejahatan ini.

Setelah ditelusuri, ternyata kejadian ini bermula dari bocornya data nasabah. Pelakunya ada yang berasal dari pihak bank atau asuransi, kebanyakan merupakan pekerja lepas yang target kerjanya adalah menjaring nasabah baru atau jumlah deposit tertentu setiap bulannya. Proses tukar-menukar data nasabah ini pun terjadi di antara mereka. Namun karena tuntutan data nasabah yang tinggi, lama-kelamaan hal ini menjadi ladang bisnis. Inilah yang lantas dimanfaatkan oleh pelaku jual beli data nasabah yang dijaring oleh pihak berwajib beberapa waktu lalu. Mereka mengumpulkan data nasabah ini dari pihak pemasaran bank dan menjualnya kembali melalui website tertentu.

Selalu perhatikan saat mengisi formulir apapun yang berkaitan dengan pembukaan rekening atau transaksi perbankan lainnya. Bila ada pertanyaan apakah nasabah bersedia membagi informasi tertulis tersebut pada pihak ketiga, pertimbangkan kembali hal ini. Bila Anda mengizinkannya, maka kesempatan data pribadi Anda untuk diberikan dan digunakan pada pihak selain bank akan terbuka.

Tips Menghindari Pencurian data Anda

Tidak bisa dihindari bahwa kebocoran data nasabah ini juga merupakan salah satu imbas negatif dari perkembangan teknologi dan tumbuhnya layanan e-commerce. Berbelanja secara online berarti memberikan dan mempercayakan data pribadi Anda pada website tersebut. Semakin banyak marketplace yang Anda gunakan, berarti sama saja dengan menyebar data pribadi Anda di segala tempat. Sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan dan mewaspadai hal yang satu ini.

Ingat ! jangan pernah memberikan nomor kartu kredit atau nomor PIN pada orang lain yang tidak memiliki kepentingan. Berikan data rahasia bank Anda hanya pada orang yang Anda percaya, atau pada website atau toko yang memang reliabel dan memiliki reputasi baik.

Jangan pula menuliskan kedua hal tersebut dalam aplikasi catatan di ponsel Anda, atau menuliskannya pada selembar kertas. Bila barang-barang tersebut hilang dan jatuh di tangan orang yang salah, maka kemungkinannya untuk disalahgunakan adalah cukup besar.

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah, jangan pernah membuka surel yang mencurigakan, membuka tautan atau lampiran apapun yang ada di dalamnya. Selalu buka website resmi bank yang Anda gunakan untuk melakukan transaksi perbankan daring

Mengenai kasus tersebut perlu adanya kesadaran dan kejelian dalam melindungi Data Pribadi, serta jangan pernah mudah percaya pada penawaran produk keuangan dalam berbagai cara. Biasakan baca dahulu penawaran tersebut dengan cermat serta cari tahu sedetailnay informasi dari bank dan lembaga keuangan yang modusnya adalah menawarkan produk pinjaman tanpa jaminan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *