Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

PRO DAN KONTRA PINJAMAN ONLINE

/
/
/
12 Views

Fenomena fintech atau perusahaan penyedia pinjaman online, akhir-akhir ini makin berkembang,  fasilitas yang ditawarkan adalah kemudahan memperoleh pinjaman dalam waktu cepat . Namun sayangnya dibalik iming-iming segala kemudahan yang diberikan kepada masyarakat, juga ditambah dengan bunga pinjaman yang tinggi dan membebankan peminjam. Sehingga ketika peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman beserta bunganya, mulailah teror dan intimidasi menyerang para peminjam yang dianggap sebagai nasabah bermasalah. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh fintech ilegal yang tentu saja memberikan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh BI dan OJK.  

Padahal sebenarnya masalah tersebut bisa diantisipasi jika masyarakat teliti membedakan mana fintech legal dan mana yang ilegal. Karena sebenarnya pinjaman online tidak selamanya menjadi masalah jika masyarakat bijaksana memanfaatkannya sebagai pengganti pinjaman dana darurat. Asalkan disiplin mengembalikan pinjaman sebelum bunganya makin banyak. Untuk lebih jelasnya mari kita simak, pro dan kontra pinjaman online yang saat ini masih menjadi andalan ketika butuh dana darurat !

Apa saja yang menjadi Pro dan Kontra Pinjaman Online ?

Ketika masyarakat membutuhkan dana pinjaman untuk berbagai keperluan yang mendesak, tentunya yang dicari adalah pinjaman online atau fintech. Alasannya mereka tidak langsung mendatani Bank karena  proses peminjaman atau kredit melalui bank cukup memakan waktu dan merepotkan, sehingga banyak yang memilih alternatif kredit dengan prosedur lebih mudah melalui fintech.

Sebenarnya jika dibandingkan dengan bank, meski fintech memiliki sejumlah keuntungan, fintech  juga tak lepas dari potensi kerugian, apalagi layanan tersebut masih merupakan produk baru di negeri ini, sehingga membuat sebagian masyarakat ragu untuk memilihnya.

Untuk itu ada baiknya Anda mengetahui pro dan kontra pinjaman online, yakni terkait potensi keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan.

Pro Pinjaman Online

Bicara soal keuntungan, dari segi waktu pun akan lebih ringkas dibandingkan meminjam dari bank. Proses peminjaman hanya dalam hitungan jam atau hari, tidak seperti bank yang sampai berminggu-minggu atau bulan. Kemudahan ini yang dicari oleh masyarakat yang membutuhkan dana darurat. Selain itu pinjaman online menjadi alternatif pinjaman bagi nasabah yang tidak disetujui pinjamannya di bank. Selain itu pinjaman online menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih lantaran persyaratan dan prosesnya yang mudah. Biasanya yang dijadikan syarat adalah dokumen pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan kerja, slip gaji dan fotokopi rekening bank.

Selain itu kelebihan lainnya dari pinjaman online ini adalah, proses pengajuan yang mudah dan tidak ribet, jika dibandingkan pengajuan di bank. Karena proses pengajuan pinjaman online bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, hanya bermodalkan HP atau gadget, kemudian mengunduh aplikasi yang dimiliki oleh fintech yang kita tuju. Lakukan pendaftaran dengan mengunduh dokumen, setelah itu pengajuan Anda diproses. Tinggal menunggu beberapa jam bahkan hitungan menit, tidak lama kemudian dana yang Anda butuhkan sudah masuk ke rekening pribadi Anda. 

Sangat simpel, mudah dan cepat kan ? jika dibandingkan pengajuan ke bank, harus antri di bank, dokumen harus lengkap lalu menunggu di survey oleh bank. Dana yang Anda butuhkan lama disetujuinya, belum lagi jika persyaratan tidak cukup lengkap dan riwayat BI checking yang buruk, otomatis pasti pengajuan Anda bakal ditolak. Tidak hanya itu, jika Anda masih memiliki kredit di bank, sudah pasti tak akan punya peluang untuk mengajukan kredit baru. Jika itu terjadi, pinjaman online bisa cukup membantu lantaran beberapa perusahaan fintech tak mewajibkan nasabahnya punya riwayat kredit yang baik.

Ada lagi keuntungan lain yang ditawarkan oleh pinjaman online yaitu Anda tidak akan dikenakan pinalty jika mengajukan pelunasan pinjaman sebelum jatuh tempo. Bahkan untuk tenornya atau jangka waktu peminjaman juga fleksibel, mulai enam minggu hingga 36 bulan, cukup menguntungkan dan fleksibel kan ?

Kontra mengenai Pinjaman Online

Pinjaman online menjadi alternatif dan dipilih karena dianggap solusi mudah serta alternatif cepat bagi mereka yang kesulitan atau tidak disetujui ketika mengajukan pinjaman ke bank. Tetapi bukan berarti tidak ada potensi kerugian yang ditanggung oleh peminjam, bahkan beberapa potensi kerugian seperti di bawah ini membuat sebagian orang kontra dengan pinjaman online dan tetap memilih cara konvensional.

Pertama, mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa jaminan bukan berarti tanpa resiko, pinjaman tanpa jaminan justru akan membebankan peminjamnya dengan bunga tinggi. Bahkan biasanya lebih tinggi dari bunga pinjaman di  bank. Hal itu dikarenakan risiko yang harus ditanggung perusahaan penyedia jasa pinjaman online juga jauh lebih besar dibanding lembaga pemberi pinjaman lainnya.

Untuk itu sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman di fintech sebaiknya survey terlebih dahulu dan bandingkan dengan fintech lainnya agar bisa mendapatkan perbandingan bunga yang lebih kecil. Karena platform pinjaman online masih terbilang baru di Indonesia, maka potensi bangkrut alias gulung tikar juga bisa sewaktu-waktu terjadi. Sebab itu, pilih perusahaan fintech yang terpercaya dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah dan meminimalkan potensi kerugian yang mungkin dialami.

Kedua, kemajuan tekhnologi dan akses internet yang mudah dan lancar tidak dipungkiri akan dimbangi dengan sejumlah resiko. Pinjaman online yang memiliki platform yang bisa diunduh di google play banyak menuai pro dan kontra bahkan disalah gunakan oleh oknum fintech abal-abal. Dengan dalih menawarkan kemudahan dan kecepatan pinjaman bagi para peminjam, ternyata malah menyalah gunakan data nasabah yang masuk ke aplikasi mereka. Tidak jarang data pribadi debitur dijual ke marketing kartu kredit serta pihak lain.

Ketiga, selain penjualan data nasabah oleh fintech abal-abal,  ada juga oknum fintech yang menyalahi aturan sistem peminjaman dan penagihan sehingga merugikan debitur. Ada beberapa kasus yang terjadi, yaitu cara menagih utang para debt collector fintech abal-abal tersebut. Seperti menagih utang pada orang-orang yang kontaknya ada di ponsel peminjam, menyebarkan informasi bahwa peminjam punya utang yang belum dibayar serta mengancam peminjam akan menyebarkannya di tempat kerja nasabah. 

Kadang tidak cukup sampai disitu, para debt collector abal-abal tersebut menyebarkan foto nasabah kredit macet di grup-grup Whatsapp yang mereka buat sendiri dengan menginvite teman-teman dan keluarga nasabah tersebut serta pimpinan di tempatnya bekerja. Nasabah kredit macet tersebut dipermalukan bahkan dilecehkan. Hal tersebut menjadi trauma yang mendalam bagi para nasabah pinjaman online. Untuk itu berhati-hatilah agar tidak mengalami seperti kasus diatas.

Kesimpulan Pro & Kontra Pinjaman Online

Agar Anda tidak terjebak oleh fintech ilegal, sebaiknya cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan fintech dan jangan mudah memutuskan untuk melakukan pinjaman online meski Anda sedang terdesak kebutuhan. Cari informasi yang ada di website OJK, karena menurut data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setidaknya ada sekitar 51 perusahaan penyelenggara layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi (fintech) yang telah terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan fintech abal-bal pun sudah ditutup operasionalnya, karena terbukti meresahkan masyarakat.

Namun sayangnya, kenyataannya masih banyak perusahaan pinjaman online malah makin banyak dan tumbuh seperti jamur. Bahkan aplikasi pinjaman online bertebaran di Google Play Store dan di App Store, dan bisa diunduh oleh masyarakat yang menggunakan perangkat ponsel berbasis iOS. Dari hasil investigasi ditemukan fintech  yang beroperasi tanpa izin dari OJK. Artinya ada 65% aplikasi pinjaman online yang ada di Play Store tidak memiliki izin OJK, bahkan aplikasi tersebut merupakan kloningan dari aplikasi utama yang sudah ditutup oleh OJK.

Sebenarnya jika masyarakat mau peduli dan sedikit meluangkan waktu untuk membaca dan memperhatikan sebelum mendownload aplikasi pinjaman online, banyak sekali review negatif yang ada di kolom rating aplikasi tersebut yang mengeluhkan soal cara penagihan yang tidak manusiawi, pencemaran nama baik dan ancaman. Data review tersebut bisa menjadi bahan acuan untuk memutuskan apakah akan dilanjutkan pengajuannya atau tidak. Semuanya kembali kepada Anda sebagai peminjam.

Akses pencurian data oleh Fintech Ilegal

Biasanya saat akan melakukan pengajuan pinjaman di aplikasi yang ada di Google Play Store atau App Store, selalu pihak aplikasi terlebih dahulu meminta izin akses terhadap perangkat ponsel si calon pengguna layanan. Kemudian apabila izin akses disetujui, maka si calon pengguna dapat masuk ke halaman aplikasi selanjutnya, jika tidak disetujui, maka si calon pengguna kemungkinan besar tidak akan mendapatkan layanan pinjaman. Kesannya seperti buah simalakama, sementara calon peminjam sudah terdesak kebutuhan dana darurat. 

Akhirnya yang terjadi adalah si pengguna atau calon peminjam terpaksa menyetujui si aplikasi untuk mengakses data kontaknya dengan resiko yang berat dikemudian hari ketika pinjaman dana berhasil didapatkan. Resiko tersebut apabila nasabah atau pengguna aplikasi terlambat membayar atau bahkan sampai pada kredit macet, siap-siaplah semua kontak dihubungi oleh pihak fintech tersebut tanpa memperdulikan aturan yang sudah ditetapkan oleh BI, OJK dan Kominfo.

Pinjaman tanpa agunan bukan tanpa jaminan

Pada dasarnya sebutan pinjaman tanpa jaminan atau agunan, bukanlah tanpa jaminan sama sekali. Sebenarnya izin akses perangkat yang diminta oleh sistem aplikasi merupakan satu-satunya agunan atau jaminan atas pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh calon nasabah.  Seperti Kita semua ketahui bahwa untuk mendapatkan kredit, calon nasabah harus melalui serangkaian analisa kredit yang paling umum yaitu 5C (Character, Capital, Collateral, Capacity dan Condition of Economy). Dalam hal aplikasi pinjaman online, para calon nasabah perlu melewati beberapa proses pengajuan pinjaman yang hampir sama dengan pinjaman konvensional lainnya sebelum mendapatkan pinjaman.

Beberapa proses tersebut diantaranya izin akses perangkat, pengisian informasi data pribadi, informasi pekerjaan, upload dokumen pendukung, informasi bank dan otentifikasi wajah. Setelah persyaratan tersebut dilengkapi, baru masuk proses review/audit yang dilakukan oleh sistem aplikasi dan verifikasi telepon. Jika disetujui, maka pihak perusahaan aplikasi fintech akan mentransfer dana ke rekening si nasabah.

Embel-embel pinjaman tanpa agunan merupakan suatu pengalihan perhatian yang sangat efektif untuk menarik minat konsumen terutama masyarakat yang sedang membutuhkan dana darurat. Perusahaan aplikasi fintech dapat dengan mudah melakukan tracking terhadap aktivitas perangkat ponsel, data kontak, dan informasi penting pribadi lainnya yang ada di dalam perangkat ponsel. 

Jika masyarakat menyadari kelebihan dan kekurangan menjadi pengguna aplikasi pinjaman online tentu tidak ada lagi keluhan bahkan sebisa mungkin menghindari efek negatif yang ditimbulkan oleh para fintech ilegal. Tidak seharusnya mereka mengeluh mengenai terjadinya penyimpangan informasi data. Di kemudian hari mereka harus menyadari bahwa mereka memiliki aset digital yang sangat mahal di dalam perangkat ponsel dan harus paham bahwa aset digital tersebut membuat mereka memiliki posisi yang sangat kuat untuk jadi jaminan pinjaman di fintech. 

Artinya lebih bijak menggunakan fasilitas yang ditawarkan oleh fintech, serta membaca dahulu pro dan kontra di review pengguna sebelum mengunduh aplikasi pinjaman online. Semoga informasi ini bisa membantu Anda, salam sukses !

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar