HATI HATI GALI LOBANG TUTUP LOBANG DALAM MEMBAYAR UTANG

Posted on

Semua pasti setuju kalau utang adalah hal yang membahayakan bila si peminjam tidak mampu mengelolanya dengan bijak. Apalagi ditengah kemudahan seperti saat ini, pengajuan pinjaman uang online sangat mudah. Sehingga akhirnya tidak sedikit orang yang kebablasan dalam berutang. Mereka tidak melakukan perencanaan matang dan tidak melihat kemampuan keuangan pribadinya, akhirnya, utang pun makin menumpuk dan sulit untuk diselesaikan.

Biasanya saat kondisi yang darurat seperti itu, ada orang yang nekat melakukan pinjaman online lagi ke fintech lending yang berbeda bahkan beberapa aplikasi pinjaman sekaligus untuk menutup utang sebelumnya. Hal ini lebih dikenal dengan istilah gali lubang tutup lubang. Tindakan tersebut bukanlah solusi yang bijak, justru akan membuat utang tidak pernah selesai.

Sebaiknya Anda hentikan kegiatan merugikan tersebut sebelum terlambat dan mulailah kelola utang dengan baik. Berikut ini terdapat cara-cara cerdas yang bisa Anda praktekkan untuk menghindari gali lubang tutup lubang ketika masih ada pinjaman lain, yaitu :

  • Buat Daftar Utang yang harus dibayar lebih dulu

Ketika gajian tiba, sebaiknya Anda mulai membuat daftar utang yang harus dibayar terlebih dahulu dengan jumlah yang paling besar. Daftar utang ini masuk prioritas Utang termasuk dalam daftar bulanan yang sangat penting. Letakkan utang pada daftar prioritas catatan bulanan. Ini bertujuan untuk lebih lebih sering dilihat dan menghindari pembayaran cicilan utang yang terlupakan.

  • Menerapkan Pola Hidup Hemat

Menerapkan pola hidup hemat tidak hanya berlaku disaat kondisi keuangan normal, namun juga sangat perlu diterapkan saat kondisi tengah ada masalah keuangan atu utang. Diharapkan dengan menerapkan hidup hemat dan sederhana membuat kondisi keuangan menjadi lebih baik. Boleh saja sesekali penuhi keinginan, tapi ingatlah masih ada kebutuhan lain seperti utang yang harus dibayarkan sebagai tanggung jawab utama.

  • Bayarlah Cicilan Tepat Waktu

Jika utang dijadikan sebagai prioritas, secara sadar ataupun tidak pastinya Anda akan melakukan penyisihan sejumlah biaya cicilan sejak awal yakni setelah menerima gaji.

Agar tidak lupa, Anda juga bisa mencatat atau tandai setiap tanggal pembayaran pada kalender di meja kantor, rumah maupun di smartphone. Cara tersebut mempermudah Anda membayar cicilan utang tepat waktu.

  • Berusaha Mencari Penghasilan Tambahan

Bila keuangan yang selama ini didapat dirasa kurang atau tidak mencukupi untuk bayar cicilan utang, mencari penghasilan tambahan menjadi solusi yang tepat untuk dilakukan. Saat ini banyak bidang kerja sampingan yang hanya memerlukan modal sangat minim, bahkan ada yang tanpa modal sama sekali.

Bisa juga dengan cara memperbesar omset usaha yang sudah Anda miliki. Modal untuk memperbesar usaha yaitu dengan menggunakan uang yang seharusnya dibayarkan kepada renternir sebagai angsuran/cicilan. Uang tersebut dikumpulkan sebagai modal untuk memperbesar usaha agar pendapatan dan keuntungan usaha bertambah. Kemudian, hasil dari usaha itulah yang akan digunakan untuk melunasi hutang.

  • Negosiasi pemberhentian bunga 

Melunasi hutang adalah kewajiban bagi Anda yang memiliki tanggungan hutang. Berapa pun jumlah hutang Anda, mulailah untuk membayar hutang Anda. Sedikit-sedikit pasti lama kelamaan akan lunas juga. Pastikan Anda hanya membayar hutang pokoknya saja dan usahakan untuk bernegosiasi dengan pihak rentenir agar mereka memberhentikan bunga dan memberikan keringanan jatuh tempo pembayaran hutang.

Walaupun terlihat sulit dan tidak mungkin, tidak ada salahnya Anda coba dan beranikan untuk negosiasi. Apabila pihak penghutang atau rentenir makin kasar dan memaksa Anda, jangan takut untuk melaporkan pada pihak kepolisian atau minimal Ketua RT/RW dilingkungan tempat tinggal Anda.

  • Keringanan jatuh tempo pembayaran 

Negosiasikan sistem pembayaran hutang Anda agar tidak dikenakan jadwal  pembayaran setiap bulan karena dengan pembayaran tiap bulan akan membuat Anda kehilangan modal untuk membayar hutang sehingga Anda akan semakin lama dapat melunasi hutang. Mintalah waktu dan keringanan agar pihak renternir memperbolehkan Anda membayar hutang dalam waktu 3 bulan atau lebih.

Usahakan dalam waktu 3 bulan tersebut Anda dapat mengembangkan bisnis agar bisa mendapatkan uang lebih banyak,  sehingga Anda dapat membayar hutang dengan cepat. Hal ini juga menjadi salah satu cara melunasi hutang rentenir yang wajib Anda coba.

  • Melibatkan Keluarga

Libatkan keluarga Anda jika mendapatkan masalah, minimal Anda ceritakan kesulitan yang sedang Anda alami. Agar tidak menjadi beban pikiran Anda seorang diri, serta meminta bantuan kepada keluarga untuk melunasi hutang Anda. Biasanya keluarga akan membantu Anda agar tidak terlilit hutang dalam waktu lama lagi.

Meski misalnya keluarga Anda hanya membantu setengahnya, minimal permasalahan Anda sudah mulai teratasi dan Anda bisa lebih fokus mencari tambahan dana untuk melunasi utang seluruhnya.

  • Memperbanyak ibadah dan berusaha

Selalu yakin pertolongan Tuhan YME dan banyak berdoa. Perbanyak juga  bertobat atau minta ampun atas praktik atau transaksi riba yang sudah Anda lakukan.

Selain itu niatkan dalam hati untuk bisa menyelesaikan utang riba dan utang-utang lainnya, dan memohon dibukakan pintu rejeki. Agar masalah ada segera teratasi, dengan keyakinan dan niat yang bersungguh-sungguh sambil terus berusaha pasti jalan keluar akan bisa Anda temukan.

  • Hadapi penagih/pemberi hutang

Jangan pernah takut pada tindakan curang para rentenir. Sikap berani ini dibutuhkan untuk mencari solusi dari salah satu cara untuk melunasi hutang rentenir yang sedang Anda lakukan. Jika hutang Anda sudah lunas maka Anda harus berani melawan untuk tidak membayar hutang lagi. Umumnya para rentenir akan mengancam, meneror, bahkan berbuat kekerasan. Jangan pernah takut akan ancaman mereka karena bisanya, itu hanyalah gertakan saja  supaya Anda takut dan terpaksa membayar hutang dengan cara apapun.

Namun mereka biasanya tidak berani melakukan tindak kekerasan karena tidak mau berurusan dengan polisi, tidak ingin praktiknya terbukti ilegal, lalu terancam dibubarkan.

  • Minta Pendampingan pada pihak yang paham kasus rentenir

Ketika sudah terjebak masalah keuangan dan utang rentenir, tentunya Anda cemas dan stress berkepanjangan. Sehingga mengganggu aktifitas, apalagi menghadapi para penagih utang dan rentenis yang bertindak kasar. Nah, bagi Anda yang buta akan hukum dan aturan hutang maka Anda bisa meminta bantuan kepada mereka yang mengerti akan kasus rentenir, kasus pemerasan, dan kasus hukum lainnya. Hal ini salah satu cara melunasi hutang rentenir dan menghindari intimidasi yang merugikan Anda, agar mendapat solusi yang terbaik.

Solusi agar terhindar dari masalah keuangan dan prilaku gali lobang tutup lobang

Banyaknya orang yang mengalami masalah keuangan yang berkaitan dng utang, sebelumnya ternyata mereka pernah melakukan beberapa kesalahan yang sama dalam urusan pengelolaan keuangan. Selama kesalahan-kesalahan tersebut bisa dicegah, pastinya kondisi keuangan akan baik-baik saja.

Nah, apa sebenarnya penyebab seseorang mengalami masalah keuangan yang sulit ? inilah jawabannya :

  • Tidak memiliki catatan cash flow keuangan

Agar kondisi keuangan selalu baik dan terkontrol, perlu sekali adanya pencatatan atau catatan cash flow. Manfaat memiliki catatan keuangan atau cash flow adalah agar uang yang masuk atau keluar ada catatannya, sehingga bisa dihitung apakah pengeluaran dan pemasukan sesuai atau apakah  lebih besar pengeluaran daripada pemasukan.

Dengan cara tersebut, Anda bisa mengontrol pengeluaran yang tidak perlu, serta membatasi sampai batas mana pengeluaran Anda. Cara tersebut untuk menghindari Anda berprilaku boros yang merugikan diri sendiri.

  • Sering bingung cara mengalokasikan pengeluaran

Satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu, mengalokasikan anggaran keuangan. Masih banyak sekali orang yang masih bingung bagaimana cara mengalokasikan keuangan dengan benar. Akhirnya cenderung konsumtif dan boros, kebanyakan mereka bingung sampai batas mana mereka harus habiskan uang dan berapa banyak uang yang perlu ditabung. Akhirnya disinilah formula 50/30/20 sangat berperan mengatur anggaran Anda.

Rumus 50/30/20 adalah meminta Anda untuk mengalokasikan 50 persen pemasukan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan pribadi ataupun kredit, dan 20 persennya lagi untuk dana cadangan atau darurat.

  • Tidak mempunyai dana cadangan di tabungan

Memiliki dana cadangan atau persiapan keadaan darurat sangat penting, untuk mengatasi masalah keuangan yang tiba-tiba muncul. Baik itu kebutuhan pengobatan, renovasi rumah, membayar biaya kebutuhan pendidikan dan lain sebagainya. Bisa Anda bayangkan jika tidak memiliki dana darurat, mau tidak mau harus meminjam uang pada teman atau keluarga lainnya. Akhirnya menjadi utang dikemudian hari, bila kondisi tersebut dibiasakan tentu saja akan membuat Anda makin terpuruk dan terlilit utang. Tentu saja Anda tidak ingin sampai terjerumus pada utang kan?

Untuk itu pakai cara yang mudah yaitu Anda cukup mengalokasikan 20 persen dari pemasukan buat dana darurat yang besarannya hingga 6 – 12 kali gaji bulanan.

  • Terlalu konsumtif demi gaya hidup

Masalah keuangan juga bisa muncul karena pengeluaran yang berlebihan hanya untuk gaya hidup. Memenuhi keinginan untuk gaya hidup tidak akan ada habisnya dan Anda tidak akan pernah puas, berapapun uang yang sudah Anda habiskan. ISebaiknya, mulai dari sekarang batasi dan atur pengeluaran tersebut dengan mengikuti formula 50/30/20. Alokasikan 30 persen dari pemasukan untuk memenuhi gaya hidup. Kalau bisa, habiskannya kurang dari jumlah tersebut. Cara tersebut akan menjaga keuangan Anda tetap stabil.

Demikian tadi trik cara melunasi utang serta pencegahannya agar tidak terlilit masalah utang, yang imbasnya harus gali lobang tutup lobang. Setelah semuanya selesai dan Anda terbebas dari masalah utang, sebaiknya mulai sekarang coba untuk berbenah diri dan mulai lagi menata keuangan Anda dengan baik. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *