Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

CARA MENGHADAPI DEBT COLLECTOR JIKA TERLILIT UTANG

/
/
/
13 Views

Gaya hidup masyarakat kita yang hobi dengan barang mewah walaupun dengan cara berhutang membuat produk konsumtif seperti kendaraan maupun barang elektronik laris manis jika ditawarkan dengan skema kredit. Selain itu makin banyaknya perusahaan pembiayaan serta berkembangnya industri ini sekaligus disertai juga dengan masalah lain yang terkait risiko gagal bayar oleh nasabah dan mekanisme penagihan.

Banyak sengketa yang kadang berujung ke kasus pidana terjadi akibat salah paham dalam penyelesaian tunggakan baik dari sisi nasabah sendiri maupun tenaga penagihan yang lebih akrab dikenal dengan nama debt collector.

Seperti apa peran dan fungsi debt collector ini sebenarnya dan apa solusi jika terjadi gagal bayar oleh nasabah? Ulasan di bawah ini akan memberikan gambaran detaill tentang masalah tersebut.

Peran Debt collector dan Aturan Main yang Mengaturnya

Peran debt collector adalah rekanan bank saat posisi nasabah misalnya saja kartu kredit, dalam posisi kredit macet, bukan telat jatuh tempo. Debt collector baru akan berkunjung menagih ke alamat penagihan manakala pemilik kartu kredit yang menunggak tidak ada kejelasan informasi atau kabar kapan akan membayar tagihan,  apalagi jika sampai susah ditemui. Padahal seharusnya debt collector dihadapi untuk mendapatkan solusi yang sama-sama bisa dijalankan kedua belah pihak.

Aturan atau mekanisme Kerja Debt Collector Mengacu Pada Surat Edaran Nomor 14/17/DASP dimana pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia telah mengatur mekanisme penagihan yang dilakukan oleh debt collector dalam surat edaran nomor 14/17/DASP yang harus dipahami dengan baik oleh para pemilik kartu kredit dan calon pemilik kartu kredit.

  1. Debt collector baru bisa bekerja jika posisi tagihan Kartu Kredit telah macet sesuai kriteria kolektibilitas yang berlaku di Bank Indonesia. Penagihan debt collector tidak bisa dilakukan jika baru sebatas telat bayar di luar jadwal jatuh tempo.
  2. Debt collector (biasanya perusahaan jasa ketiga) harus bisa bekerja sesuai dengan standar kualitas pelaksanaan penagihan Kartu Kredit yang berlaku di bank atau lembaga pembiayaan sehingga proses pelaksanaan penagihan Kartu Kredit yang dilakukan Debt collector sama baiknya dengan yang dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit.
  3. Debt collector profesional haruslah terlatih yang paham baik dari sisi teknis penagihan maupun dalam menjalankan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak merugikan nasabah.
  4. Dalam menjalankan tugasnya debt collector harus dilengkapi dengan identitas dan surat tugas yang jelas dan lengkap dari perusahaan. Sudah menjadi kewajiban perusahaan penerbit kartu kredit/lembaga pembiayaan maupun perusahaan ketiga yang bekerja sama dengan bank/lembaga keuangan untuk mengatur administrasi para debt collector dengan baik.

Tidak hanya teknis penagihan yang diatur dalam surat edaran nomor 14/17/DASP juga mengatur tentang etika debt collector dalam menjalankan tugasnya seperti ulasan berikut ini:

  1. Debt collector harus dilengkapi dengan identitas dan surat tugas yang jelas dan lengkap dari Penerbit Kartu Kredit.
  2. Debt collector tidak boleh melakukan tindakan kekerasan, mengancam, melakukan tekanan secara fisik maupun verbal atau hal merugikan lainnya kepada nasabah. Jika ini dilakukan nasabah berhak untuk melaporkan kepada pihak berwajib.
  3. Penagihan tunggakan nasabah oleh Debt collector hanya boleh dilakukan kepada nasabah secara langsung, bukan kepada keluarga atau yang lainnya.
  4. Debt collector dilarang menagih dengan menggunakan media komunikasi secara berlebihan yang mengganggu nasabah maupun keluarga dan lingkungannya.
  5. Debt collector dalam menagih nasabah harus dilakukan sesuai dengan alamat penagihan bukan di tempat lain yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum. Selain itu penagihan juga harus pada jam normalnya orang aktif beraktivitas yaitu 08.00-20.00, di luar itu harus atas persetujuan pemegang kartu kredit.
  6. Jika etika penagihan diatas sudah dijalankan dengan baik oleh debt collector maka nasabah juga wajib menghargai tugas mereka dengan baik mulai dari menanyakan identitas mereka, siapa yang menugaskan dan juga minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini untuk proses cek jika dibutuhkan.

Trik Ampuh Menghadapi Debt Collector 

Nasabah yang memiliki tagihan Kredit kendaraan, KPR, kartu kredit maupun pinjaman lain yang macet, maka risiko yang harus dihadapi adalah dikejar-kejar oleh debt collector.

Debt collector seolah menjadi momok mengerikan jika kita mengalami kredit macet.

Akhirnya sering kali seorang nasabah sebelum bertemu debt collector, mereka panik dan tak jarang memilih kabur, dan bersembunyi demi menghindari debt collector.

Padahal seharusnya tidak perlu panik dan kabur, berikut ini tips dalam menghadapi debt collector :

  1. Sapalah dengan santun dan minta mereka menunjukkan identitas dan surat tugas.

Jika mereka tak bisa memenuhi permintaan Anda dan Anda ragu pada mereka, persilakan mereka pergi. Katakan, Anda mau istirahat atau sibuk dengan pekerjaan lain.

  1. Jika para penagih utang bersikap santun, jelaskan bahwa Anda belum bisa membayar karena kondisi keuangan Anda belum memungkinkan. Katakan pada penagih utang bahwa Anda akan menghubungi pihak terkait langsung dengan perkara utang Anda. Jangan berjanji apa-apa kepada para penagih utang.
  2. Jika para penagih utang mulai berdebat meneror, persilakan mereka ke luar dari rumah Anda. Segera hubungi Ketua RT, RW, atau Kepoliasn. Kondisi ini pertanda buruk bagi para penagih utang yang mau merampas mobil, motor, atau barang lain yang sedang Anda cicil pembayarannya.
  3. Apabila para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan Anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri. Kemudian ingatkan kepada mereka, kendaraan cicilan Anda misalnya, adalah milik Anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. Namun kasus ini menjadi kasus pidana kalau para penagih utang merampas barang cicilan Anda, meneror, atau menganiaya Anda. Untuk menjerat Anda ke ranah pidana, umumnya perusahaan leasing, bank, atau koperasi akan melaporkan Anda dengan tuduhan penggelapan.

  1. Apabila debt collector merampas barang Anda

Segera ke kantor polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi Anda. Tindakan para penagih utang ini bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.

  1. Jangan pernah titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada polisi.

Tolak dengan santun tawaran polisi. Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan. Segera konsultasikan kepada Lembaga Perlindungan Konsumen, Komnas Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha, atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

Nasabah yang tidak terima barang jaminannya di eksekusi di jalanan bisa melaporkan tindakan tersebut kepada polisi dengan tuduhan perampasan dan debt collector bisa diancam dengan jerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 juncto Pasal 335.

Perlu diketahui bahwa untuk kasus perdata eksekusi baru bisa dilakukan setelah ada putusan dari pengadilan.

Menghadapi kasus ini sebenarnya pihak nasabah juga tidak boleh menghindar, karena secara prinsip awal mula tindakan tersebut bisa jadi berawal dari susahnya mencari nasabah, tidak ada titik temu atau komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

Karena jika nasabah sulit dihubungi, maka pihak bank/perusahaan pembiayaan bisa saja melaporkan tindakan nasabah yang nakal dengan tuduhan penggelapan barang jaminan sehingga bisa masuk ke ranah pidana. Sebenarnya tidak ada yang diuntungkan dari tindakan sengketa seperti itu. Jalan terbaik bagi nasabah adalah tetap diskusi dan meminta solusi atas masalah kredit macet ini.

Debt collector adalah penagih utang yang tidak perlu ditakuti oleh nasabah, sedangkan bagi debt collector sendiri, saat ini bukan waktunya lagi menagih dengan gaya yang seram atau tindakan kekerasan lainnya. Selalu berdiskusi dan mencari solusi yang baik adalah cara yang lebih bijaksana bagi kedua belah pihak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar