Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

BANK SYARIAH VS PINJAMAN ONLINE SYARIAH, LEBIH BAIK MANA ?

/
/
/
11 Views

Harus diakui bahwa kehadiran lembaga pembiayaan berkonsep islami atau syariah memberikan lebih banyak opsi produk keuangan kepada masyarakat. Sehingga hadirlah Bank Syariah dan Pinjaman online Syariah.  Meski sama-sama berkonsep Islami atau memakai akad yang sesuai syariat Islam, tentu saja tetap ada perbedaan antara Bank Syariah dan Pinjaman Online Syariah. Terutama di bidang teknologinya, Pinjaman Online Syariah telah memakai platform yang mudah diakses oleh masyarakat melalui aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan fintech syariah, sehingga proses pinjaman cepat dan mudah.

Sedangkan bank syariah biasanya setelah memberikan pinjaman, bank syariah tidak membebankan bunga pada debitur.  Namun, pada awal transaksi, nasabah dan bank akan melakukan perjanjian atau akad yang sesuai dengan syariat Islam.

Antara Pinjaman Online Syariah VS Bank Syariah manakah yang lebih baik? pilihan itu kembali pada calon debitur, hal tersebut bisa di pertimbangkan melalui kemampuan dan kebutuhan calon debitur. Jika Anda bingung memilih yang mana, berikut ini beberapa hal yang menjadi perbedaan antara Pinjaman Online Syariah dan Bank Syariah.

Sebenarnya apa itu Pinjaman Online Syariah ?

Secara sederhana konsep fintech pinjaman online syariah memiliki kemiripan dengan pinjaman online konvensional. Hanya yang membedakan adalah awal perjanjian pinjaman antara nasabah dan kreditur. Fintech pinjaman online syariah lebih mengedepankan akad-akad yang disahkan oleh syariah Islam.

Sistem Pinjaman Online Syariah bebas Riba

Pada sistem pinjaman online Syariah, tidak terdapat bunga. Berbeda dengan pinjaman konvensional yang membebankan bunga pada meminjam. Pada pinjaman online syariah, bunga dianggap riba dan sebagai penggantinya ada beberapa alternatif produk yang dipergunakan untuk menghindari bunga, yaitu:

  • Akad Murabahah (Jual Beli)

Jika seorang member memutuskan untuk membeli sepeda motor dengan harga 17 juta rupiah, maka pihak lembaga penyedia jasa pinjaman online syariah akan membeli produk lalu menjual kembali kepada member seharga 18 juta rupiah. Selisih 1 juta rupiah adalah keuntungan bagi pihak jasa sebagai ganti dari bunga.

  • Akad ijarah muntahiyah bit tamlik (Sistem Sewa)

Akad ini diterapkan dengan jalan prinsip sewa, dengan akhir transaksi berupa perpindahan status kepemilikan. Awalnya pihak jasa pinjaman online syariah membeli sepeda motor tersebut, kemudian disewakan kepada pihak member. Bersama dengan cicilan yang dibayarkan ke perusahaan jasa, maka terjadi perpindahan kepemilikan secara bertahap dari milik perusahaan menjadi milik member sepenuhnya

  • Akad syirkah mutanâqishah (Bagi Hasil )

Akad ini diterapkan melalui prinsip bagi hasil. Misalnya pihak perusahaan menyuntikkan dana 50 persen dari pembelian sepeda motor, yang berarti sebesar 8,5 juta rupiah, maka angka ini secara perlahan bisa diakuisisi oleh pihak member, dengan memberikan cicilan sebesar harga pokok pinjaman ditambah biaya sewa setiap harinya. Misalkan juga setiap harinya ia disewa sebesar 100 ribu, maka angka ini harus dibagi 2 seiring masa cicilan dengan perlahan menurun besar sewa tersebut, sesuai dengan pertambahan kepemilikan saham member terhadap barang.

  • Akad mudlarabah (Berbagi Resiko)

Ketika terjadi kemacetan dalam melakukan angsuran disebabkan adanya kerugian atau macetnya usaha member, pihak perusahaan jasa dapat berbagi risiko dengan member. Misalnya dengan menjual barang yang sudah dibeli bersama, kemudian dibagi antara keduanya menurut komposisi saham yang dimiliki masing-masing.

  • Tetap memperhatikan zakat

Hal lain yang membedakan pinjaman online syariah dengan pinjaman konvensional adalah kewajiban bagi lembaga penyedia jasa pinjaman untuk menyisihkan keuntungan sekitar 2.5% dari proses pinjaman untuk berzakat. Selain soal zakat, pinjaman yang dipinjam oleh nasabah juga haruslah dipergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang halal dan tidak melanggar syariat Islam.

Bagaimana dengan Bank Syariah ?

Sama halnya dengan Pinjaman Online Syariah yang menerapkan aturan syariat Islam dalam perjanjian pinjamannya, begitu juga Bank Syariah.  Ada sejumlah prinsip dalam Islam yang mendasari produk dan kegiatan Perbankan Syariah. Apa sajakah itu?

  • Mudharabah

Adalah akad kerja sama antara shahibul maal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola dana) yang pembagian keuntungannya berdasarkan bagi hasil menurut kesepakatan awal.

Jika usaha yang dijalankan mengalami kerugian, seluruh kerugian ditanggung shahibul maal, kecuali ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan yang diperbuat mudharib, seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalah gunaan dana. Prinsip mudharabah dibagi menjadi dua, yakni mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah.

  • Musyarakah

Musyarakah adalah akad kerja sama di antara dua atau lebih shahibul maal untuk mendirikan usaha bersama dan bersama-sama mengelolanya. Untuk keuntungan dibagi sesuai kesepakatan, sedangkan kerugiannya ditanggung menurut kontribusi modal masing-masing. Jenis-jenisnya ada empat, yakni Syirkah Mufawadhah, Syirkah ‘inan, Syirkah a’mal, dan Syirkah Wujuh.

  • Wadiah

Titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, prinsip Wadiah digolongkan menjadi dua macam, yaitu Wadiah Yad Amanah bisa diartikan si penerima wadiah tidak bertanggung jawab jika ada kehilangan dan kerusakan pada Wadiah yang bukan disebabkan kelalaian atau kecerobohan penerima wadiah. Sementara dalam Wadiah Yad dhamanah, si penerima wadiah boleh menggunakan wadiah atas seizin pemiliknya dengan syarat dapat mengembalikan wadiah secara utuh kepada pemiliknya.

  • Murabahah

Murabahah berarti akad jual beli yang melibatkan bank dengan nasabah yang perjanjiannya sudah disepakati kedua belah pihak.

  • Salam

Transaksi jual beli suatu barang tertentu antara pihak penjual dan pembeli dengan harga yang terdiri atas harga pokok barang dan keuntungan yang ditambahkannya telah disepakati bersama.

  • Istishna

Bisa diartikan sebagai transaksi jual beli yang hampir sama dengan prinsip salam, yakni jual beli dan penyerahan yang dilakukan kemudian, sedangkan penyerahan uangnya bisa dicicil atau ditangguhkan.

  • Ijarah

Prinsip ijarah merupakan akad pemindahan hak guna barang atau jasa dengan pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan.

  • Qardh

Prinsip yang satu ini merupakan perjanjian pinjam-meminjam uang atau barang yang dilakukan tanpa ada orientasi keuntungan. Namun, pihak bank sebagai pemberi pinjaman boleh meminta ganti biaya yang diperlukan dalam kontrak Qardh.

  • Hawalah/Hiwalah

Prinsip hawalah diartikan sebagai pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.

  • Wakalah

Prinsip wakalah timbul karena salah satu pihak memberikan suatu objek perikatan yang berbentuk jasa atau dapat juga disebut sebagai meminjamkan dirinya untuk melakukan sesuatu atas nama diri pihak lain.

Manfaat Menggunakan Produk Bank Syariah

Setelah mengetahui berbagai prinsip yang dijalankan Bank Syariah dalam upayanya untuk tetap berada dalam aturan-aturan Syariah, berikut ini adalah manfaat adanya Bank Syariah, termasuk dari penggunaan produknya :

  • Menghindari dari Riba (Bunga)

Keuntungan pertama dari melakukan transaksi keuangan di bank syariah adalah terhindar dari riba. Karena di dalam Islam, riba hukumnya haram dan wajib ditinggalkan. Dengan menabung uang di bank syariah, akan menghindarkan Anda dari dosa riba.

  • Konsep berdasarkan Syariah Islam

Manfaat kedua dari menabung di bank syariah adalah Anda juga turut serta dalam melaksanakan syariah Islam dan telah melakukan muamalah berdasarkan Islam. Hal ini tentu akan menghadirkan pahala bagi mereka yang melakukannya.

  • Keuntungannya dibagi berdasarkan bagi hasil

Tidak seperti bank konvensional yang memberikan bunga kepada nasabahnya, di bank syariah keuntungan yang Anda dapatkan didasarkan pada sistem bagi hasil.

  • Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Meskipun berbasis syariah, bukan berarti uang yang ditempatkan tidak dijamin. Dana nasabah bank syariah tetap dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menanggung risiko kehilangan dana nasabah hingga 2 miliar rupiah.

  • Sudah dilengkapi fasilitas Net Banking

Tidak hanya Bank Konvensional, bahkan Bank syariah di Indonesia saat ini sudah mengadopsi teknologi yang mudah diakses oleh masyarakat. Bank syariah juga memberikan fasilitas berupa kemudahan melakukan transaksi perbankan melalui internet.

  • Sistem bagi hasil lebih adil dan transparan

Keuntungan dari sistem bagi hasil adalah Anda terhindar dari risiko bunga yang menjadi riba. Selain itu, sistem bagi hasil akan menguntungkan pihak nasabah yang menyimpan dananya di bank syariah.

  • Memberlakukan Saldo tabungan yang rendah

Keuntungan lain jika Anda menabung di bank syariah adalah hampir semua bank syariah nasional memberlakukan saldo tabungan yang rendah kepada nasabah-nasabahnya. Nilai saldo minimal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka yang ingin memiliki tabungan dengan saldo mengendap yang nilainya kecil.

  • Nasabah adalah Mitra Bank

Tidak seperti bank konvensional, hubungan yang terjalin antara penabung dan bank lebih cenderung menjadi hubungan antara debitur dan kreditur. Sementara di bank syariah, pihak bank akan menganggap penabung adalah mitra sehingga berhak menerima hasil dari investasi yang ditanamkan di bank.

  • Dana nasabah dipergunakan sesuai dengan Syariah

Keunggulan dan manfaat dari menabung di bank syariah adalah dana yang dimanfaatkan akan dipergunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan Syariah.

  • Informasi yang transparan mengenai dana tersimpan

Manfaat yang satu ini mungkin tidak didapatkan jika Anda menabung di bank konvensional. Nasabah yang menabung di bank syariah akan diberikan isyarat bahwa terjadi sesuatu yang tidak baik. Dengan adanya informasi tersebut, nasabah bisa melakukan antisipasi terkait apa yang perlu mereka lakukan untuk menyelamatkan dananya.

  • Dana untuk Kepentingan dan Kemaslahatan Umat

Keunggulan yang Anda dapatkan bila menabung di bank syariah yaitu dana yang disimpan ditujukan untuk kepentingan dan kemaslahatan umat. Dengan kata lain, dana tersebut adalah dana umat yang didapatkan dari umat dan akan dikembalikan untuk kepentingan umat.

Keberadaan Bank Syariah dan Pinjaman Online Syariah menjadi sinyal positif bagi yang ingin mengamalkan prinsip syariah, termasuk dalam urusan finansial. Artinya jelas sudah produk dan kegiatan dalam bank syariah dijalankan dengan memegang aturan-aturan yang diatur dalam agama. Dengan memahami prinsip syariah di atas, Anda semakin yakin dengan keputusan untuk menggunakan produk bank syariah.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan Pinjaman Online Syariah dan Bank Syariah. Semoga informasi ini bisa membantu Anda dalam menentukan dimana Anda harus mengajukan pinjaman. Semoga artikel ini bisa menambah ilmu Anda mengenai jenis pinjaman yang ada di Indonesia. Semoga sukses!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar