Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

WASPADA, INI DIA CIRI- CIRI PERUSAHAN PINJAMAN ONLINE ILEGAL

/
/
/
5 Views

Pada umumnya perusahaan pinjaman online legal atau Fintech Legal, mengalami proses pencairan dana yang terbilang cukup ketat lantaran memerlukan verifikasi data lebih lanjut.

Verifikasi data yang dimaksud diantaranya yakni pengecekan apakah data yang diberikan pada perusahaan tersebut sah atau justru palsu. Data-data yang akan dicek keasliannya diantaranya yaitu :

  •       Identitas perusahaan tempat calon nasabah bekerja
  •       Jumlah Gaji yang diterima perbulan
  •       Slip gaji asli
  •       Status pekerjaan calon nasabah

Jika data yang diberikan terbukti salah atau tidak sesuai tentu saja pinjaman online Anda akan ditolak dengan alasan data yang diberikan palsu atau tidak berhasil terverifikasi.

Fenomena munculnya Fintech Ilegal

Munculnya laporan adanya Fintech ilegal yang memanfaatkan data nasabah untuk menteror saat menagih, menambah kekhawatiran dan keresahan di tengah tingginya antusiasme dan permintaan masyarakat terhadap layanan fintech. Karena kehadiran fintech memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam mengakses produk-produk keuangan.

Data OJK pada Juli 2019 menyatakan terdapat lebih dari 11 juta pengguna fintech lending di Indonesia, dengan jumlah akumulasi penyaluran pinjaman yang dikucurkan oleh fintech mencapai Rp49,79 triliun atau meningkat 119,69 persen dibanding dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya. Angka yang terus meningkat baik dari sisi pengguna maupun pelaku industri fintech sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia dan mendorong roda perekonomian nasional.

Tetapi di sisi lain, dengan menjamurnya fintech ilegal yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fintech legal,  dapat menghambat upaya-upaya tersebut. Sebab pelaku fintech ilegal menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa izin sehingga banyak dari produk dan layanannya yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan konsumen.

Agar masyarakat tidak mudah terjebak oleh Fintech abal-abal tersebut, perlu sekali  mengetahui ciri-ciri Fintech ilegal. Apa saja ciri-ciri Fintech ilegal tersebut ? Berikut pembahasannya :

  • Penyamaran Nama dan Identitas Perusahaan

Identitas dari sebuah perusahaan adalah hal yang sangat penting. Apalagi sebagai sebuah perusahaan jasa keuangan atau pinjaman online, seharusnya mereka terbuka akan hal tersebut. Mulai dari alamat, nomor telepon dan hal lain yang bisa dihubungi pihak klien. Dalam kasus ini, perusahaan Fintech yang asli atau resmi tentu akan terbuka dengan semua identitas yang ada. Karena ini akan menjadi kepercayaan untuk para nasabah.

Perusahaan pinjaman online yang berniat buruk, seperti Fintech abal-abal atau ilegal, mereka tidak mencantumkan alamat dan telpon kantor di website atau di setiap aplikasi yang mereka promosikan di media sosial. Selain itu ciri-ciri yang lainnya yaitu mereka tidak mencantumkan nama pengelola perusahaan.

  1. Fasilitas & Kemudahan Pinjaman 

Adanya sebuah fasilitas dan kemudahan untuk para nasabah akan menjadi daya tarik dari sebuah perusahaan fintech. Karena salah satu ciri-ciri Fintech ilegal adalah memberikan penawaran dan pelayanan yang menggiurkan atau kemudahan yang tidak masuk akal. Seperti misalnya proses pencairan yang sangat mudah, dana yang diajukan dapat cair dalam 15 hingga 30 menit saja sudah masuk ke rekening nasabah. Tentu saja, hal ini tidak masuk akal untuk sebuah perusahaan keuangan. Jika Anda menemukan aplikasi dari pinjaman online atau Fintech yang seperti ini, lebih baik cek ulang keabsahan perusahaan ini, jangan terburu-buru meminjam.

  1. Bunga tinggi melebihi batas yang ditentukan OJK

Memberikan bunga yang cukup tinggi, adalah salah satu ciri-ciri Fintech ilegal, sehingga mereka lebih mirip rentenir online. Bunga yang diberikan pada nasabah adalah 2% hingga 3% untuk per harinya dan tidak akan ada transparansi dalam memberikan hitungan dana secara detail. Meskipun sebenarnya OJK tidak menetapkan bunga untuk fintech di dalam POJK.

Namun Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sudah menerapkan prinsip perlindungan konsumen dan hal ini sudah disepakati oleh Fintech yang terdaftar pada OJK.

Dengan begitu, artinya perusahaan Fintech harus melakukan prinsip yang ada. Seperti, masa penagihan hanya boleh dilakukan maksimal 90 hari dari tenggat waktu. Biaya keseluruhan pun tidak boleh lebih dari 100% dari nilai pokok.

  1. Mengambil data nasabah tanpa ijin

Memberikan akses yang mudah bagi para calon nasabah, memang menjadi salah satu ciri khas layanan perusahaan Fintech. Namun ada beberapa hal yang menjadi kekurangan dari perusahaan ini. Karena sebuah perusahaan yang ilegal akan menyalin data dari nasabah.

Penyalinan ini sebenarnya adalah sebuah perangkap yang dilakukan oleh perusahaan Fintech ilegal. Hal ini akan dijadikan sebagai bahan penipuan lainnya.

Ciri selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah mereka sering kali melakukan pelanggaran hukum di mana fintech tersebut mencuri data-data yang sifatnya pribadi dari device yang diinstall aplikasi pinjaman online. Beberapa data yang paling umum dicuri diantaranya yakni kontak, hingga data-data pribadi seperti mengakses sosial media, hingga media dalam handphone Anda. Setelah mereka mencuri data dari handphone Anda, biasanya mereka akan memanfaatkannya untuk keperluan penagihan jika Anda menunggak cicilan.

Tak heran jika hal tersebut dikatakan sebagai tindakan teror kepada pelanggan mereka sendiri. Jika Anda melaporkan polisi hal ini terbukti sangat sulit dilakukan dikarenakan umumnya perusahaan fintech yang illegal tidak memiliki alamat yang jelas sehingga pihak kepolisian akan kesulitan melacak keberadaan mereka.

  1. Meneror & Mengintimidasi nasabah yang menunggak tagihan

Ada sebuah peraturan menurut cide of conduct atau dalam sebuah peraturan tertulis yang sudah mengatur tata cara penagihan. Diterangkan dalam aturan tersebut bahwa fintech hanya boleh melakukan penagihan saat jam kerja, diluar jam kerja akan tidak untuk disarankan.  Hal ini akan mengganggu kenyamanan dari konsumen. Ini akan menjadi ciri-ciri fintech ilegal karena biasa fintech yang ilegal akan melakukan tagihan yang tidak menentu atau diluar jam kerja.

Tidak hanya itu saja, perusahaan yang ilegal juga akan meneror dengan nomor yang dikenal untuk menagih pinjaman. Maka dari itu, akan mengganggu kenyamanan dari nasabah. Seperti telah disampaikan di atas, fintech illegal umumnya melakukan teror terhadap nasabah yang menunggak tagihan. Hal ini terbukti melanggar hukum dan menabrak aturan pemerintah terkait transaksi keuangan perbankan online. Tak jarang penagihan dilakukan di waktu yang tidak tepat yakni menagih di malam hari di luar jam kerja melalui ponsel. Pihak financial technology yang nakal ini akan mengakses data phonebook di handphone Anda untuk keperluan debt collector.

Perbuatan ini tentu saja sangat melanggar aturan dari pemerintah dimana kreditur tidak memperbolehkan mencuri data dari nasabah untuk alasan apapun. Data yang dimaksud tak hanya data berupa phonebook namun semua yang ada di dalam handphone, baik itu aplikasi, gambar, dan lain lain. Jika Anda merasa tertipu lantaran telah terlanjur mengambil pinjaman di fintech nakal tersebut segeralah cari pinjaman untuk melunasi hutang yang Anda miliki. Jika tidak maka pihak fintech tersebut tak akan berhenti meneror semua contact yang ada di handphone Anda.

Pastikan mengunduh aplikasi pinjaman dari sumber resmi

Kehadiran fintech illegal saat ini terbukti merusak citra fintech pada umumnya. Fintech belakangan ini dinilai sebagai rentenir online lantaran memberikan bunga yang cukup besar. Untuk itu agar tidak terjebak dan terjerat pinjaman online dari fintech ilegal, pastikan Anda menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.

Di era teknologi seperti saat ini, masyarakat dapat begitu mudahnya mengakses berbagai informasi, terutama melalui sosial media. Hal ini yang lantas harus disikapi secara cermat karena pada awalnya banyak dari fintech ilegal yang memanfaatkan kekurang pahaman sebagian dari masyarakat melalui penyebaran informasi melalui berbagai kanal atau website

Dengan adanya ciri-ciri fintech ilegal yang sudah dijabarkan sebelumnya, maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah teliti dalam memilih fintech. Setiap oknum yang mengatas namakan fintech, selalu melakukan niat buruknya tanpa memandang siapapun yang akan menjadi target penipuan. Oleh karena itu sebagai seorang nasabah, ketelitian adalah hal yang sangat penting untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Rajin-rajinlah  mencari informasi valid tentang fintech legal melalui website dari OJK.

Lakukan pengecekan berkala di website OJK, karena pihak OJK juga akan selalu melakukan update untuk informasi perusahaan fintech. Melaporkan tindak penipuan dan intimidasi dari fintech ilegal pada pihak berwajib ini akan sangat membantu menyelamatkan Anda sebelum mengalami banyak kerugian yang lebih besar terutama keuangan Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar