TIPS MELAKUKAN PINJAMAN ONLINE YANG AMAN

Posted on

Viralnya kasus nasabah pinjaman online yang bermasalah serta perusahaan Pinjol yang tidak manusiawi saat menagih pinjaman pada para nasabahnya, membuat kita miris. Hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan dari para calon nasabah sebelum melakukan pinjaman melalui aplikasi. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat bahwa pinjaman online bisa membantu disaat darurat namun bisa juga jadi masalah bila tidak bijaksana menggunakannya.

Meskipun peminjam tidak bertatap muka langsung dengan pemberi pinjaman. Hal ini bertujuan agar peminjam selalu melakukan transaksi pinjaman yang aman agar tidak ada pihak yang dirugikan. Tentu saja, seperti yang pepatah katakan ‘tidak ada asap bila tak ada api’. Begitu juga dengan kasus per kasus yang dialami beberapa nasabah pinjaman online tersebut. Untuk itu tak bijak rasanya bila menyamaratakan bahwa pinjaman online “mengerikan”.

Berikut ini tips pinjaman online yang aman tanpa resiko  :

  1. Pinjam pada perusahaan Fintech yang legal dan aman

Sebelum memutuskan pinjam uang melalui pinjaman online, pastikan perusahaan fintech tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini merupakan syarat wajib sebelum menggunakan layanan pinjaman online untuk menjamin kredibilitas layanan yang diberikan.

Fintech ilegal memang meresahkan, baik masyarakat maupun perusahaan fintech resmi. Beberapa keresahan yang diadukan masyarakat terkait layanan fintech ilegal meliputi bunga pinjaman yang sangat tinggi, perilaku kasar dari debt collector, hingga keamanan data peminjam. Maka dari itu sangat penting bagi Anda untuk memastikan fintech yang digunakan sudah resmi terdaftar di OJK. Alasannya fintech yang resmi pasti sudah memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh OJK dan disampaikan dalam ​POJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

  1. Pinjaman jangan lebih dari 30 % penghasilan

Pasti Anda sudah tahu kan perbedaan antara kebutuhan produktif dan kebutuhan konsumtif? Sebelum pinjam uang online, pastikan dulu kebutuhan yang ingin dipenuhi adalah kebutuhan produktif, misalnya seperti pinjaman untuk modal memulai usaha. Hindari menggunakan uang pinjaman untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, yang justru akan menjerumuskan Anda pada masalah keuangan.

Ketika ingin mengajukan pinjaman online selalu mempertimbangkan jumlah pinjaman yang akan diajukan. Sebaiknya, jumlah pinjaman yang diajukan tidak lebih dari 30% penghasilan satu bulan. Angka ini ditetapkan agar para peminjam tidak keberatan sendiri saat membayarkan tagihan pinjamannya. Selain itu, jumlah pinjaman tersebut jadi patokan maksimal karena Anda  juga masih perlu mengeluarkan uang untuk keperluan lain selama satu bulan.

  1. Selalu lunasi tagihan pinjaman online tepat waktu

Tidak saja menghindari denda keterlambatan membayar tagihan, melunasi pinjaman tepat waktu juga menjaga riwayat kredit peminjam tetap baik. Apalagi kalau Anda berencana menggunakan lagi layanan pinjaman uang online tersebut di kemudian hari. Melunasi pinjaman tepat waktu memang pada dasarnya kewajiban setiap peminjam. Selain itu dengan melunasi pinjaman, akan membuat kita tenang dan tidak terbebani hutang. Sebab kita tidak tahu kemungkinan apa yang bisa terjadi di masa yang akan datang, kan?

Prioritaskan untuk melunasi pinjaman Anda ketika menerima gaji. Supaya disiplin dan tidak lupa, pakai alarm pengingat di ponsel atau di kalender. Sebaiknya sebelum meminjam pastikan untuk menghitung penghasilan dan kemampuan Anda membayar tagihannya. Jika memang mampu dan memungkinkan, pilih durasi pinjaman yang tidak terlalu lama atau jangka pendek, agar bisa segera melunasi dan tidak menjadi beban Anda dikemudian hari.

  1. Jangan pernah gali lobang tutup lobang

Kebiasaan gali lubang tutup lubang itu kebiasaan yang merugikan diri Anda sendiri. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu mempertimbangkan jumlah pinjaman agar tidak terlalu memberatkan keuangan pribadi. Jangan anggap remeh jumlah pinjaman yang kecil, sehingga Anda mudah meminjam di beberapa aplikasi tanpa memikirkan resiko mengembalikan pinjamannnya.

Bentuk gali lubang tutup lubang yang paling ekstrem adalah pinjam uang via online dari fintech lain untuk mengembalikan pinjaman di fintech sebelumnya. Memang betul dengan cara ini bisa “mengundur” jatuh tempo pelunasan pinjaman. Namun perilaku ini justru akan semakin memberatkan lantaran pinjaman yang digunakan untuk menutup lubang sebelumnya pasti dalam kisaran jumlah yang lebih besar, yang otomatis memiliki bunga yang lebih besar pula, akibatnya bisa ditebak itulah jebakan gali lobang tutup lobang ujungnya Anda terjebak pinjaman online dibeberapa aplikasi dengan bunga yang lebih besar dan sulit untuk keluar dari jebakan itu. Waspadalah..

  1. Wajib mengetahui bunga dan denda pinjaman

Fintech resmi yang terpercaya biasanya secara transparan mencantumkan bunga pinjaman di awal untuk diketahui oleh calon peminjamnya. Bunga pinjaman ini perlu diketahui oleh para calon peminjam sebagai bahan pertimbangan dalam memilih layanan berbagai fintech yang ada. Pastikan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam memilih fintech dengan bunga pinjaman yang paling terjangkau agar tidak keberatan saat melunasi tagihannya!

Selain bunga pinjaman, denda pinjaman atas penalti keterlambatan juga perlu diketahui setiap calon peminjam. Meskipun yakin akan mengembalikan pinjaman tepat waktu, denda keterlambatan tetap menjadi hal dasar yang perlu diketahui setiap calon peminjam. Hal ini penting sebagai bentuk jaga-jaga agar tidak kaget mendapatkan denda karena lalai dalam melunasi tagihan pinjaman.

  1. Teliti dan pahami kontrak perjanjian pinjaman

Aturan pinjam duit online dengan aman yang terakhir adalah membaca dan memahami kontrak perjanjian yang ditetapkan fintech penyedia pinjaman. Kontrak perjanjian ini berisi segala sesuatu yang menyangkut transaksi pinjaman hingga proses pelunasan pinjaman dari fintech penyedia pinjaman dan konsumen. Kontrak perjanjian pinjaman ini sebaiknya dipahami sebelum mengajukan pinjaman di fintech terkait. Sehingga semua kebijakan mengenai layanannya sudah diketahui jelas di awal agar tidak merasa “tertipu” karena belum membaca mengenai kontraknya.

Semua yang namanya serba digital pasti banyak kemudahan, namun di balik semua kemudahan pinjam online itu, ada konsekuensi yang harus dihadapi. Sebagai warga digital tentu sudah paham, bahwa semua hal tentang diri tersimpan di dunia cyber dalam perangkat elektronik yang dimilikinya. Maka, jika melakukan kesepakatan transaksi digital, mau tak mau kita memberikan kewenangan pihak lain untuk mengakses data diri berdasarkan ketentuan yang berlaku.

  1. Pahami dan Pilih Aplikasi Pinjaman Online Resmi 

Di era digital seperti sekarang ini, banyak sekali platform penyedia pinjaman uang online yang menawarkan promo menarik. Sebaiknya jangan mudah tergiur dan pahamilah terlebih dahulu kelemahan dan kelebihan platform tersebut. Lakukan cek and recek secara detail setiap platform penyedia pinjaman online melalui situsnya, bandingkan mana platform yang menawarkan penawaran paling menarik dan masuk akal.

Selain itu cek juga legalitas platform tersebut di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apakah platform tersebut terdaftar dalam pengawasan OJK atau tidak. Jangan terburu-buru mendownload aplikasi pinjaman online, sebelum Anda tahu  jelas informasi dan keamanannya.

  1. Pilih Fintech yang Bunganya Rendah

Sebelum memutuskan meminjam pada platform pinjaman online, terlebih dahulu cek berapa bunga pinjaman yang berlaku, jika platform tersebut legal maka akan transaparan memberikan informasi pada Anda.

Bunga pinjaman online memang lebih tinggi daripada bunga pinjaman konvensional di bank. Meskipun begitu, biasanya bunga pinjaman uang online tetap masih berada sesuai standar bunga yang diterapkan oleh OJK. Untuk itu Anda harus lebih teliti dalam memilih jasa layanan pinjaman uang online yang menawarkan bunga rendah, ya. Pastikan platform tersebut sudah terdaftar dan mendapat izin resmi dari OJK.

  1. Jangan Membayar Lewat Tanggal Jatuh Tempo

Ketika pinjaman online Anda sudah disetujui dan cair, hal pertama yang wajib Anda ingat bila punya utang di platform pinjaman online adalah mencatat kapan tanggal jatuh temponya. Dengan mencatatnya, maka Anda tidak akan lupa kapan utang harus dibayar.

Bayar Tagihan Pinjaman Online dan terhindar dari denda dan bunga pinjaman yang menunggak. Begitu gaji Anda cair, segera sisihkan uang khusus untuk membayar pinjaman online. Jangan pernah utak-atik uang yang disisihkan itu untuk keperluan lain. Dengan begitu, saat tiba waktunya Anda membayar utang dari pinjaman online, bisa segera dibayarkan.

Jangan pernah lupa kapan tanggal jatuh tempo bayar pinjaman. Batas akhir pembayaran utang adalah saat tanggal jatuh tempo. Jadi, sebaiknya bayar utang sebelum tanggal jatuh tempo tersebut agar tidak ditagih-tagih terus. Jika sudah lewat dari tanggal itu, katakanlah membayarnya di tanggal 2 Januari, maka Anda pasti terus-terusan ditagih dan dikenakan biaya bunga tambahan atau denda.

Tentu saja, sesuatu yang ilegal kerap identik dengan timbulnya berbagai masalah di kemudian hari yang cenderung merugikan nasabah/konsumen. Untuk itu cerdas dan bijaklah dalam memilih pinjaman online.Teliti sebelum membeli adalah motto yang berlaku untuk semua transaksi keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *