RENUNGAN SEBELUM MELAKUKAN PINJAMAN ONLINE

Posted on

Kebutuhan setiap orang memang berbeda-beda, apalagi jika sudah memiliki keluarga dan anak yang sudah masuk usia sekolah. Menabung pun kadang sering sulit, karena penghasilan tidak bertambah sementara kebutuhan makin meningkat, akibatnya nyaris setiap awal bulan, uang gaji tidak bersisa lagi. Kadang ditengah bulan ada kebutuhan mendadak yang tidak bisa dihindari, menghadapi situasi tersebut yang terpikir adalah terpaksa mencari pinjaman, tapi kadang ragu mengingat kondisi keuangan yang sedang sulit, takut tidak bisa mengembalikan pinjaman. Namun godaan para pemilik aplikasi online seakan-akan menjadi solusi yang terbaik, apalagi proses pinjaman yang tidak sulit.

Jika ada diantara Anda yang tengah mengalami dilema tersebut, lebih baik dipikirkan kembali resikonya. Jangan sampai pinjaman uang yang Anda ambil sebagai solusi menjadi masalah baru dalam urusan keuangan. Apalagi jika meminjam di pinjol dengan bunga tinggi, rata-rata pinjaman yang diambil kelaak akan menjadi jerat yang siap mencekik kapan pun karena nilai cicilannya yang begitu besar.

Artinya, jika Anda tetap nekad untuk mengambil pinjaman online dengan bunga tinggi, berarti risiko gagal bayar siap menanti ketika debitur mulai menunggak dan tak sanggup bayar cicilan beserta cicilan yang tertunggak plus biaya keterlambatan. Anda pasti tidak mau bukan berada dalam situasi tersebut yang selalu dihantui utang?

Biasakan Selalu pikirkan resikonya saat akan pinjam uang

Makin berkembangnya teknologi dewasa ini tentu saja kita makin dimudahkan dalam mengakses berbagai informasi, baik itu kebutuhan informasi produk rumah tangga seperti belanja online maupun produk-produk keuangan. Semua transaksi tersebut bisa dilakukan dimanapun asalkan memiliki gadget dan internet. Tinggal gunakan gadget atau handphone Anda, maka semua kebutuhan akan terpenuhi hanya sekali klik melalui aplikasi yang bisa didownload kapanpun.

Tak heran bila bisnis pinjaman online semakin marak. Perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) pinjaman online juga bermunculan. Selain mudah, proses pinjaman secara online juga sangat cepat. Hanya butuh hitungan 1×24 jam atau maksimal 2×24 jam, dana segar pun sudah cair masuk ke rekening. Positifnya, tentu saja prosesnya tidak berbelit-belit, tidak membutuhkan waktu yang lama, dan bisa diakses dari mana saja. Bisa jadi, hal negatifnya adalah banyak yang jadi tidak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan mengajukan pinjaman. Cenderung impulsif, terburu-buru dan berdasar prinsip “pokoknya bisa cair”. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tahu cara agar tidak terjerumus dalam pinjaman online yang sekilas tampak sangat menggiurkan.

Kalaupun Anda memang sedang benar-benar butuh dana segar, agar tidak terjebak pada pinjaman online yang bermasalah, silahkan simak cara cerdas hindari jebakan pinjaman online saat butuh uang :

  1. Jangan Menganggap Remeh Hanya karena Plafon yang Kecil 

Meskipun banyak sekali platform pinjaman yang menawarkan pinjaman dalam jumlah kecil atau plafon kecil. Misalnya saja plafon 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah maksimal sampai 10 juta rupiah. Bukan berarti dianggap enteng dan tidak bakal ada masalah saat membayarnya. Sehingga tidak berpikir ulang lagi ketika akan mengajukan pinjaman online. Bahkan berani mengajukan pinjaman dibeberapa pinjol. KIta jangan berpikir bahwa keuangan akan stabil terus, ketika kondisi sulit dan satu aplikasi tidak terbayar, lama-lama akan bertumpuk dan berimbas pada aplikasi pinjaman yang lain. Akhirnya Anda akan pusing mengembalikan pinjaman karena sudah beberapa pinjol yang belum dibayar, ditambah bunga pinjaman sudah bertumpuk karena telat membayar.

Nah, tentu  Anda tidak ingin terjebak seperti itu kan ?. Itulah kenapa jangan pernah meremehkan jumlah plafon pinjaman yang limitnya kecil. Seberapa pun kecilnya apabila sudah bertumpuk maka akan menghabiskan seluruh gaji Anda setiap bulan.

  1. Biasakan untuk mencari informasi terlebih dahulu

Sebelum meminjam uang, Anda harus pastikan kepada siapa Anda berutang. Misalnya Anda ingin mengajukan kredit ke bank, maka carilah informasi mengenai bank tersebut. Program kredit atau pinjaman apa saja yang dimilikinya, yang tentunya cocok untuk Anda. Serta kemampuan Anda untuk membayar tagihannya.

Hal ini penting, karena Anda akan berurusan dengan pihak bank tersebut dalam kurun waktu lama, sehingga harus dipastikan bahwa Anda betul-betul merasa nyaman atas semua ketentuan yang ditetapkan oleh bank tersebut.  Selain itu, dengan mengetahui informasi bank sejak awal, Anda bisa menghindari kemungkinan berprasangka buruk terhadap bank tersebut karena hal utama yang harus Anda tanamkan pada diri adalah kepercayaan pada bank itu.

  1. Bandingkan bunga pinjaman dengan platform lain 

Mengajukan pinjaman online memang tak serumit bila apply kartu kredit atau KTA. Bahkan cukup dengan KTP dan akun media sosial saja, Anda sudah bisa menikmati dana segar cair dalam waktu singkat masuk ke rekening. Hal ini sangat jauh berbeda dengan persyaratan dalam mengajukan kartu kredit atau KTA di bank konvensional.

Persyaratan untuk bisa meminjam KTA di bank terbilang cukup kompleks dan proses persetujuannya yang cukup lama. Namun yang perlu diingat, bunga yang ditawarkan dari pinjaman online ini lebih besar ketimbang bunga KTA yang rata-rata hanya sebesar 2,25% saja. Bunga pinjaman online bisa sampai sekitar 2,90 persen, sangat jauh perbedaannya.

  1. Banyak biaya tambahan setelah pencairan 

Meminjam di fintech atau pinjaman online yang perlu diingat adalah biaya tambahannya. Pinjaman online kadang banyak sekali tambahan biayanya, bahkan ketika pencairan uang yang Anda terima sudah terpotong terlebih dahulu untuk biaya administrasi. Artinya juga tak hanya bunga yang lebih besar ketimbang kartu kredit atau KTA, tetapi banyak biaya-biaya tambahan selain beban bunga.

Contohnya saja biaya administrasi yang cukup banyak pilihannya, termasuk biaya terlambat membayar cicilan, biaya penalti, dan juga biaya bunga berbunga dari keterlambatan bayar. Apalagi kalau pinjaman tersebut ternyata hanya Anda gunakan untuk membiayai hal-hal yang bersifat konsumtif. Tentu hal ini tidak akan memberikan manfaat untuk masa depan tapi malah bisa membuat keuangan Anda tidak stabil.

  1. Pikirkan resiko telat bayar

Biasanya saat pertama mengajukan pinjaman, entah itu di bank atau pinjaman online, pasti hanya kata-kata manis dan rayuan yang Anda dengar. Namun ketika pinjaman sudah cair dan sudah Anda gunakan, barulah disitu Anda bisa membandingkan. Apalagi ketika ternyata kondisi keuangan Anda tidak stabil, diluar dugaan Anda. Telat membayar mulai menghantui pikiran Anda dan akhirnya menimbulkan stress dan malu.

Terbukti terlambat sekitar 3 hari, mulai debt collector menlpon dan meneror Anda, kata-kata manis sudah hilang berganti dengan makian dari penagih. Tidak hanya itu bahkan, bila ada nasabah yang dengan sengaja menghindar, semua data media sosial dan akun peminjam yang sudah ada dalam data mereka menjadi alasan mereka untuk mempermalukan Anda. Mereka tak segan untuk menyebarkan berita bahwa Anda adalah orang yang mangkir dari janji dan semua relasi Anda berpotensi untuk menerima kabar buruk ini. Nah, tentu saja Jangan sampai masalah ini terjadi.

Renungkan kembali sebelum memutuskan meminjam melalui Fintech ?

Mendapatkan dana segar dengan mudah saat sedang membutuhkannya memang jadi sebuah solusi. Tapi jangan sampai kemudahan yang ditawarkan oleh platform online itu membuat Anda berlaku impulsif atau bertindak tanpa pikir panjang. Pikirkanlah segala kemungkinan dan dampak yang akan terjadi dari sebuah keputusan penting yang akan diambil. Selalu penyesalan datang terlambat, untuk menghindarinya maka kesadaran dan pengaturan kehidupan finansial yang baiklah yang memegang peranan agar Anda tak terjerumus pada masalah keuangan yang tidak pernah selesai.

Meskipun sangat butuh uang, selau pastikan bahwa Anda memang nyaman dan yakin saat meminjam uang di bank, lembaga keuangan maupun perusahaan pembiayaan lain. Tidak ada yang mengganjal di hati sehingga semua syarat dan ketentuannya jelas. Jika belum terlalu membutuhkan atau terlalu mendesak, lebih baik pikirkan lagi keputusan untuk berhutang di pinjaman online, jika belum yakin mampu melunasi tagihan tepat waktu, lebih baik ditunda dulu. Misalnya saja Anda bisa mulai menabung supaya uang terkumpul, sehingga Anda tidak perlu meminjam uang. Jadi jangan terburu-buru dalam melakukan hal apapun, terlebih saat berhubungan dengan uang. Salah langkah maka akan berakibat fatal kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *