Hit enter after type your search item
Wegoclick

Referensi Pinjaman Online

PERBANDINGAN UTANG BANK DENGAN PINJAMAN ONLINE, LEBIH BAIK YANG MANA ?

/
/
/
5 Views

Disaat kita sedang membutuhkan dana untuk keperluan yang sangat penting, tentunya kita akan mencari-cari informasi dimana peminjam  yang bisa memberikan pinjaman tanpa bunga tinggi serta tenor yang lebih panjang. Apalagi seperti sekarang ini banyak sekali aplikasi pinjaman online yang beramai-ramai memberikan penawaran pinjaman yang bervariasi, dengan berbagai kemudahan pengajuan dan pencairan dana. Beda halnya dengan penawaran dari bank, mereka lebih formal bahkan kita harus datang ke bank yang bersangkutan jika ingin mengajukan pinjaman.

Makin canggihnya tekhnologi dan kecepatan internet, membuat informasi mudah diakses dari mana saja, termasuk dibidang keuangan dan perbankan. Coba Anda bayangkan jika bisa mengajukan pinjaman lewat ponsel dan dalam hitungan menit pengajuan kita disetujui, tidak lama kemudian dana masuk ke rekening. Tentu hal ini membuat kita merasa dimanjakan dan diberi kemudahan. Asalkan kita komitmen saat mengembalikan pinjaman tersebut.

Sepintas pinjaman online ini menarik karena memiliki fitur yang berbeda dari Kredit Tanpa Agunan melalui bank  konvensional, yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Berikut ini kita akan membahas perbedaan tersebut secara lebih mendalam, supaya masyarakat bisa melihat alternatif selain produk kredit yang selama ini ditawarkan oleh bank. Tentunya ini akan menambah wawasan Anda, sehingga bisa menentukan dimana Anda akan melakukan pinjaman dana.

Agar tidak ada keraguan lagi untuk mengambil keputusan,  berikut ini kami uraikan kelebihan dan kekurangan meminjam dana via online atau Bank :

  • Proses Pinjaman via Online VS Offline

Perbedaan yang paling menonjol antara pinjaman online dan Bank adalah jika mengajukan KTA, maka Anda harus bertemu dengan marketing bank atau datang ke cabang bank tersebut. Anda harus menyerahkan dokumen secara fisik, tanda tangan dan bertatap muka dengan pihak bank. Prosesnya hampir 100% offline dalam mengajukan Kredit Tanpa Agunan. Kalaupun ada yang melalui proses registrasi atau pengajuan via online, maka selanjutnya calon nasabah harus tetap datang ke kantor cabang dan bertemu muka dengan pihak bank.

Sementara Pinjaman online dari Fintech berbanding terbalik, dengan proses via offline. Dengan teknologi yang selangkah lebih maju, melalui Fintech atau aplikasi pinjaman online, Anda cukup mengajukan pinjaman di aplikasi Fintech dan proses selanjutnya semua dilakukan secara online. Semua dokumen dan tanda tangan dilakukan melalui aplikasi.

  • Kecepatan proses pengajuan pinjaman

Seperti yang kita bahas diawal tadi, jika membandingkan proses pinjaman via online dengan pengajuan KTA melalui bank, tentu sangat berbeda prosesnya. Proses pinjaman KTA itu paling cepat dicairkan 1 minggu. Itupun 1 minggu dihitung dari saat dokumen lengkap, bukan dari saat Anda mulai mengajukan pinjaman.

Berbeda halnya dengan pinjaman online, mereka menawarkan  konsep pinjaman yang lebih instant hanya dalam hitungan jam bahkan menit. Tentu saja proses pencairan yang cepat dibandingkan KTA bank. Poinnya adalah, bahwa perusahaan pinjaman online atau Fintech menawarkan kecepatan sebagai fitur utama mereka dalam memproses pinjaman. Mereka ingin menawarkan pengalaman yang serba instant, mengingat kebutuhan masyarakat yang sibuk dan akses aplikasi berbasis online yang lebih mudah didapatkan.

Selama ini mindset kita adalah meminjam harus dilengkapi persyaratan yang ribet, supaya bisa cair pinjamannya. Tampaknya mindset ini yang ingin didobrak oleh Fintech. Pinjaman online meminta dokumen yang sangat simpel dibandingkan yang disyaratkan bank. Bahkan ada aplikasi pinjaman online yang hanya meminta KTP dan Foto selfie bisa mendapatkan pinjaman.

  • Perhitungan bunga yang berbeda

Nah, dalam hal bunga, KTA bank lebih unggul. Mereka lebih murah dibandingkan pinjaman online. Hal ini wajar karena keunggulan bank adalah kemampuannya menghimpun dana masyarakat. Dana masyarakat itu dana murah, bunga deposito setahun tidak sampai 6%.

Fintech mengandalkan dana dari investor atau P2P Lending, yang biaya dananya memang lebih mahal dibandingkan bank. Itu sebabnya bunga pinjaman online diatas bunga KTA bank.

  • Plafon besar VS plafond kecil

Satu lagi yang membedakan adalah jumlah pinjaman. Boleh dikatakan plafond KTA diatas pinjaman online secara umum. Ini terkait dengan sumber pendanaan bank yang masif dibandingkan sumber pendanaan Fintech yang lebih terbatas.

Tetapi, satu hal yang berbeda adalah pinjaman online menawarkan jumlah kecil. Dibawah plafond 5 juta. Pasalnya, kita hampir mustahil meminjam KTA ke bank dalam jumlah dibawah Rp 5 juta. Minimum plafond KTA adalah >= Rp 5 juta.

Saya menemukan beberapa pinjaman online bahkan bisa memberikan pinjaman dibawah 1 juta rupiah. Kondisi yang tidak mungkin Anda dapatkan di bank.

  • Teknologi digital

Pinjaman online saat ini dimotori oleh perusahaan Fintech. Financial technology atau teknologi finansial. Bank boleh dikatakan belum masuk ke pinjaman online. Proses pengajuan kredit KTA di bank sepenuhnya masih offline. Anda masih harus bertemu muka dengan sales dan hadir ke bank jika mengajukan KTA.

Jika ada bank yang menawarkan digital banking, itu masih terbatas di produk tabungan dan bukan pinjaman.Implikasinya apa ? Bank menawarkan ketentuan yang lebih rigid dalam proses kredit. Itu merupakan nature dan tuntutan regulator karena bank menarik simpanan dana masyarakat. Unsur kehati-hatian dan prudential menjadi faktor paling utama di bank.

Sebaliknya, perusahaan Fintech tidak menarik dana masyarakat, sehingga bisa lebih agresif dalam memberikan pinjaman.

  • Peraturan BI Checking 

Ini satu hal penting yang membedakan pinjaman online dengan KTA. Dalam pengajuan KTA, Anda sudah pasti akan dicek ke BI checking. Itu sudah menjadi standard prosedur di perbankan. Tetapi tidak memiliki catatan di BI Checking pun, bukan berarti pengajuan pinjaman Anda bisa langsung lolos. malah sebaliknya a pinjaman ditolak karena Anda dianggap oleh bank tidak memiliki catatan kredit yang bisa digunakan mengevaluasi kemampuan pembayaran Anda.

Perusahaan Fintech dalam memberikan pinjaman online tidak menggunakan BI checking. Mereka membangun alternatif credit scoring, misalnya dari profil sosial media, transaksi telpon dan lain-lain. Dengan cara ini, Anda yang mengajukan pinjaman online via Fintech tidak perlu khawatir bahwa Anda tidak memiliki catatan kredit di BI checking.

  • Kemudahan mengulang pinjaman

Jika pinjaman KTA sudah lunas, lalu Anda ingin pinjam lagi, maka prosesnya tidak bisa cepat. Anda harus menghubungi bank tersebut atau menunggu penawaran lagi.

proses pengajuan KTA kembali sangat tergantung dari pihak bank. Sulit bagi nasabah yang ingin pinjam lagi untuk proaktif mengajukan sendiri dan mendapatkan keputusan yang cepat.

Pengalaman yang berbeda di pinjaman online. Karena proses pengajuan menggunakan aplikasi mobile, maka calon peminjam bisa mengajukan pinjaman online di aplikasi tersebut at anytime. Tidak perlu menunggu ada penawaran dari bank atau tidak. Saya pernah mencoba suatu pinjaman online yang memberikan persetujuan dalam hitungan jam (betul, dalam jam) untuk nasabah eksisting yang punya track record bagus. Jelas yang pinjaman online ini lebih convenient buat Anda yang butuh dana darurat dalam waktu cepat.

  • Pengajuan langsung VS online

Salah satu poin pinjaman online adalah calon nasabah tidak perlu bertemu tatap muka dan melakukan tanda tangan basah (wet signature). Prosesnya semua diselesaikan lewat aplikasi mobile atau di situs perusahaan Fintech. Sementara, proses KTA di bank wajib menghadirkan kreditur untuk melakukan penandatanganan pengajuan pinjaman. Karena ketentuan tersebut yang diatur oleh regulator perbankan.

Keunggulan lain fintech adalah jangka waktu pinjaman bisa mulai dari harian, dibandingkan dengan bank yang memiliki tenor minimal 1 tahun. Fintech lending juga bisa menjadi andalan bagi UMKM yang belum bisa meminjam di bank alias unbankable.

  • Dokumen Lengkap VS Hanya KTP & Foto

Apa yang Anda perlukan saat mengajukan KTA Bank ? Ada beberapa dokumen, seperti KTP, Foto, slip gaji, rekening tabungan dan lain-lain. Pada intinya, persepsi masyarakat dalam meminjam di bank ada persyaratan dokumen yang banyak dan sedikit ribet.

Hal ini yang hendak dipatahkan oleh pinjaman online perusahaan Fintech. Cukup dengan beberapa dokumen, misalnya KTP dan Foto, nasabah sudah bisa mengajukan pinjaman.

Tidak perlu tetek bengek banyak dokumen. Itu motto di pinjaman online.

Kesimpulan

Hadirnya platform pinjaman online kini memberikan warna lain dibidang bisnis pinjaman. Nasabah jadi memiliki alternatif selain KTA bank. Namun penggunaan fasilitas pinjaman konsumtif itu adalah pilihan terakhir  jika tidak ada pilihan lain yang lebih baik, apalagi saat butuh dana darurat.

Dengan mengetahui dan memahami apa saja yang menjadi kelebihan dari masing – masing pilihan, maka Anda akan lebih mudah memilih mana yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan Anda serta kemampuan finansial Anda. Satu hal lagi yang harus selalu diingat adalah mengajukan kredit ke bank maupun perusahaan pinjaman online, nasabah tetap harus disiplin saat membayar angsuran dan utamakan pembayaran tepat waktu agar tidak bertumpuk dan membebankan diri Anda sendiri. Sehingga kedepannya diharapkan tidak akan mendapatkan masalah dengan perusahaan pinjaman online.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar