CARA MENGATUR KEUANGAN AGAR TIDAK MELAKUKAN PINJAMAN ONLINE

Posted on

Merebaknya berita kasus pinjaman online yang bermasalah akhir-akhir ini tentu saja membuat kita resah. Saat kita butuh dana tunai, jadi ragu untuk meminjam, takut mengalami masalah seperti nasabah  pinjol lainnya. Apalagi kita sering mendengar proses penagihan yang kadang kurang manusiawi.

Hadirnya pinjaman online memberikan angin segar bagi masyarakat karena menawarkan banyak kemudahan mengambil kredit. Namun, sejumlah resiko pinjaman online perlu dicermati oleh calon nasabah seiring maraknya kasus pinjaman online.

Hadirnya Fintech menggoyang dunia kredit di Indonesia.

Proses kredit yang biasanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk cair, sekarang bisa disetujui dalam hitungan jam oleh perusahaan pinjaman online. Sehingga membuat calon nasabah menjadi terlena dan menggampangkan urusan pinjaman online ini, tanpa memikirkan resikonya. Akibatnya banyak yang terjebak di beberapa pinjaman online, dan terancam tidak bisa mengembalikan pinjaman.

Untuk itu sebelum kita terjebak oleh pinjaman online tersebut, ada baiknya kita pikirkan lagi bagaimana agar pemasukan kita setiap bulan tidak minus. Usahakan  gaji perbulan ataupun bisnis kecil-kecilan bisa mencukupi semua kebutuhan rumah tangga dan biaya anak sekolah. Salah satu tindakan paling realistis adalah menghemat pengeluaran rumah tangga. Banyak yang defensif ketika diminta menghemat karena menganggap gaya hidup yang sekarang sudah sederhana.

Meskipun tidak mudah menghemat pengeluaran dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini, namun tidak ada salahnya mencoba beberapa tips ini yang mungkin bisa membantu Anda mengurangi pengeluaran :

  • Biasakan belanja kebutuhan pokok di Pasar Tradisional

Tidak bisa dipungkiri dengan makin naiknya harga kebutuhan pokok, maka pengeluaran untuk biaya makan keluarga pun meningkat. Bahkan biaya yang harus dikeluarkan dari gaji bulanan bisa mencapai 50 sampai 60 %.  Sehingga wajar saja jika anggaran belanja kebutuhan makan ini dipangkas atau dihemat, dampaknya akan sangat terasa bagi seluruh anggota keluarga.

Untuk itu cara hemat yang mudah adalah berbelanja kebutuhan makanan pokok di pasar tradisional. Bisa Anda bandingkan jika biasanya Anda membeli sayuran bayam di supermarket harganya 10 ribu satu ikat, ternyata di pasar tradisional hanya 5000 rupiah sudah mendapat dua ikat sayur bayam. Bahkan untuk buah-buahan, seperti buah pepaya misalnya di supermarket lebih mahal, bisa mencapai  2x lipat dari harga di tukang buah pasar tradisional.

Membandingkan harga antara supermarket dengan pasar tradisional memang sangat jauh selisihnya. Sehingga tentu saja sangat worthed untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Selain itu berbelanja di pasar tradisional tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang karena kini sudah makin banyaknya pasar modern dengan penataan yang rapi, bersih dan nyaman. Sehingga Anda bisa berbelanja dengan nyaman untuk berbelanja kebutuhan makanan untuk satu minggu kedepan.

  • Mulai Mengurangi jalan-jalan dan jajan di Mall 

Menjamurnya Kafe-kafe di berbagai Mall, menjadikan satu kebiasaan kalangan menengah keatas. Baik itu sekedar nongkrong selepas pulang bekerja atau ketemuan dengan kawan-kawan lama. Hal itu lama-kelamaan seperti menjadi rutinitas dan sudah menjadi gaya hidup.

Tanpa kita sadari, kebiasaan tersebut menjadi pemicu borosnya pengeluaran kita. Sebenarnya tidak masalah sekali-sekali mengunjungi kafe untuk menambah relasi atau pergaulan. Tetapi apabila dilakukan setiap hari, bisa-bisa menguras kantong Anda.

Hitung saja jika harga rata-rata secangkir kopi 25 ribu rupiah, kalau dikalikan satu bulan mencapai 650 ribu rupiah. Apalagi ditambah cemilan atau makanan lainnya bisa-bisa pengeluaran Anda sebulan mencapai satu jutaan. Jika hanya sendirian dan dihari kerja, belum lagi bila jalan-jalan ke mall bersama 3 anggota keluarga lainnya setiap akhir pekan.

Dengan mengurangi jajan dan jalan di mall, Anda sudah bisa menghemat beberapa juta dalam sebulan. Coba lihat lagi apa saja pengeluaran jajan selama ini. Saya yakin banyak yang bisa dihemat dari situ. Jika biasanya sering ke mall untuk belanja bulanan, sekarang usahakan belilah di toko grosiran yang harganya lebih murah. Bila setiap minggu jadwal liburan bersama keluarga, mulai sekarang kurangi menjadi sebulan sekali. Bila setiap minggu ke salon untuk perawatan, mulai sekarang kurangi menjadi sebulan sekali.

  • Mengurangi biaya Listrik / Hemat Listrik

Listrik adalah pengeluaran yang menyedot dana cukup besar. Selain karena kenaikkan berkala tarif listrik, penggunaan barang elektronik yang makin beragam membutuhkan daya besar di rumah. Ambil contoh pendingin ruangan (AC). Contohnya saja di daerah Jakarta, jika diamati hampir semua orang punya, paling tidak satu mesin pendingin ruangan di rumah. Belum lagi mesin cuci dan setrika yang terkenal bisa menyedot listrik, sudah jadi item wajib di rumah.Tapi sebenarnya tidak sulit mengurangi biaya listrik, karena pos pengeluaran ini bisa dikendalikan, syaratnya kurangi konsumsi listrik pada peralatan listrik dirumah.

Apa saja yang bisa dilakukan ?

Pertama, gunakanlah  produk hemat listrik. Meskipun produk hemat energi harganya lebih mahal, namun penghematan yang dihasilkan akan dengan cepat menutup harga beli tersebut. Beberapa waktu lalu, saya survei harga  TV, yang ternyata harganya cukup beragam. Harga TV yang lebih murah umumnya punya daya listrik besar dibandingkan TV model baru yang meskipun harga mahal, tapi hemat listrik.

Kedua, perilaku  disiplin anggota keluarga dalam menggunakan alat elektronik dan listrik di rumah. Misalnya, salah seorang teman menerapkan aturan di rumahnya bahwa AC hanya boleh dihidupkan mulai jam 2 siang dan harus dimatikan jam 6 pagi. Siang hari lampu yang hidup hanya boleh minimal.

  • Memangkas biaya operasional kendaraan

Mobil atau motor saat ini menjadi kendaraan wajib untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Bahkan karena alasan kebutuhan, membuat masyarakat kota besar seperti Jakarta, memiliki kendaraan lebih dari satu.  Padahal kadang kalau diperhatikan, banyak warga yang rumahnya kecil dengan satu garasi, tapi mobilnya dua. Akhirnya terpaksa mobil parkir dipinggir jalan. Suatu pemandangan yang sudah umum di perumahan-perumahan kota besar.

Namun apakah sudah terpikirkan dibenak Anda, bahwa memiliki kendaraan lebih dari satu, bisa menambah anggaran rumah tangga. Kalau kita perincikan lagi biaya kendaraan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Biaya bensin yang makin mahal, apalagi sudah tidak ada lagi bensin bersubsidi. Akibatnya harga bensin menjadi mahal.
  2. Biaya pemeliharaan kendaraan setiap bulan
  3. Biaya pajak kendaraan, dengan adanya pajak progresif maka makin banyak memiliki mobil makin besar pajaknya
  4. Biaya cicilan bulanan, jika mobil dibeli secara kredit
  5. Nilai mobil merosot setiap tahun, secara ekonomi, memiliki mobil lebih dari satu biaya perawatan mahal sementara makin lama nilainya makin kecil.
  6. Selalu Terapkan pola hidup sehat

Berdasarkan hasil survey pola hidup sehat mampu menghindari dari resiko penyakit kronis, sehingga menekan pengeluaran rawat inap. Bayangkan saja jika kita tidak menjaga pola hidup sehat buat diri Anda dan keluarga, tentunya Anda harus mempersiapkan biaya tak terduga untuk biaya Rumah Sakit. Misalnya saja biaya rawat inap penyakit tipus atau demam berdarah bisa mencapai 3 sampai dengan 4 juta rupiah.

Jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi penyakit lain yang lebih parah. Jadi biaya kesehatan itu tidak murah. Bahkan bisa sangat signifikan. Dan sering datang tiba – tiba. Karena itu gaya hidup sehat itu bukan hanya baik untuk kehidupan tapi menyehatkan kantong Anda.

Memang hidup sehat, dampaknya tidak segera. Tapi dalam jangka panjang akan membuahkan sesuatu hasil yang signifikan.

Intinya, memang tidak mudah menerapkan pola hidup hemat, bahkan seorang pakar perencanaan keuangan ternama pernah mengatakan bahwa meminta klien menghemat pengeluaran itu sangatlah sulit. Padahal banyak hal sederhana dan mudah, yang bisa dilakukan untuk mengurangi pengeluaran, artinya asalkan ada niat sebenarnya tidak sesulit yang Anda bayangkan. Selamat berhemat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *